LABUHA-Belasan mahasiswa dan dosen tiga perguruan tinggi di Labuha Halmahera Selatan diperiksa penyidik Polda Maluku Utara sebagai saksi, karena diduga namanya masuk penerima beasiswa tapi tidak pernah diberikan. Tiga perguruan tinggi itu yakni STP Labuha, STAI Alkhairat Labuha dan Politeknik Halmahera Selatan.
Pemeriksaan secara marathon selama dua hari di Mapolres Halmahera Selatan ini dilakukan secara tertutup bertempat di ruang Unit II dan III Tipiter Polres setempat. Para mahasiswa dan dosen diperiksa sebagai saksi karena diduga namanya masuk dalam daftar penerima dana bantuan beasiswa Kie Raha Pemerintah Provinsi Maluku Utara tahun 2015 katagori (D3), Serjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3), totalnya Rp 25,004 miliar.
Belasan saksi yang diperiksa Polda Maluku Utara, terdapat nama ketua Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha, Husni Salim dan Bendahara Politeknik Halmahera Selatan, Ewis Naingkula. Ewis saat ini tercatat sebagai Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Halmahera Selatan.
Husni Salim dan Ewis Naingkula tampak antri menunggu giliran diperiksa depan ruang Unit II Tipiter bersama dosen dan mahasiswa tiga Perguruan Tinggi itu. “Kalau di tanya penyidik kita bicara apa adanya, karena kita tidak pernah menerima dana beasiswa,” ujar salah satu mahasiswa.
Kapolres Halsel AKBP Zainuddin Agus Binarto mengaku, pemeriksaan masih dilakukan penyidik Polda Maluku Utara guna mengumpulkan data berdasarkan keterangan saksi, hanya saja menurut Zainuddin, ini bukan kewenangan Polres Halmahera Selatan. “Nanti ditanya lansung ke penyidik Polda Malut,” sarannya. (one)
Pemeriksaan secara marathon selama dua hari di Mapolres Halmahera Selatan ini dilakukan secara tertutup bertempat di ruang Unit II dan III Tipiter Polres setempat. Para mahasiswa dan dosen diperiksa sebagai saksi karena diduga namanya masuk dalam daftar penerima dana bantuan beasiswa Kie Raha Pemerintah Provinsi Maluku Utara tahun 2015 katagori (D3), Serjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3), totalnya Rp 25,004 miliar.
Belasan saksi yang diperiksa Polda Maluku Utara, terdapat nama ketua Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha, Husni Salim dan Bendahara Politeknik Halmahera Selatan, Ewis Naingkula. Ewis saat ini tercatat sebagai Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Halmahera Selatan.
Husni Salim dan Ewis Naingkula tampak antri menunggu giliran diperiksa depan ruang Unit II Tipiter bersama dosen dan mahasiswa tiga Perguruan Tinggi itu. “Kalau di tanya penyidik kita bicara apa adanya, karena kita tidak pernah menerima dana beasiswa,” ujar salah satu mahasiswa.
Kapolres Halsel AKBP Zainuddin Agus Binarto mengaku, pemeriksaan masih dilakukan penyidik Polda Maluku Utara guna mengumpulkan data berdasarkan keterangan saksi, hanya saja menurut Zainuddin, ini bukan kewenangan Polres Halmahera Selatan. “Nanti ditanya lansung ke penyidik Polda Malut,” sarannya. (one)
