TOBELO-Banyak pejabat Halmahera Utara
tak berminat mengikuti seleksi calon sekretaris daerah (Sekda). Sesuai data
panitia seleksi, hingga kini baru dua calon yang mengambil formulir. Keduanya yakni
Kadis Pertambangan Yesaya Cie dan mantan Kadis Tenaga Kerja, Sosial dan
Transmigrasi, Aser Tidore. “Baru dua yang mengambil formulit, calon lain belum
ada kabar,” ujar ketua Pansel, Willem Manery kepada wartawan, Selasa (1/11).
Menurut
Willem, meski batas pendaftaran 4 November 2016 masih dua hari lagi, apabila calon
yang mendaftar belum memenuhi kuota, maka pendaftaran akan diperpanjang. Untuk mendapatkan
formulir katanya, cukup gampang. Selain disediakan di sekretariat Timsel, juga
melalui online. “Sejauh ini belum diketahui siapa yang mendaftar lewat online,”
ujarnya.
Dijelaskan,
sesuai keputusan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang merujuk Undang-undang
nomor 5 tahun 2014 tentang ASN disebutkan, apabila pendaftaran calon pejabat
pimpinan tinggi di lingkungan instansi pemerintahan termasuk Sekda Halut harus
diikuti 5 pendaftar atau minimal 4 orang. “Nantinya seluruh peserta akan
mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan tim seleksi,” bebernya.
Sementara
beberapa pejabat lainnya yang rencana mengambil formulir pendaftaran
diantaranya, Jhon Gredja, staf ahli bupati, Joice Mahura, Kadis Pariwiata,
Decky Tawaris mantan Kepala Bapedda, Mahmud Taha dan Plt Sekda Halut, Fredy
Tjandua. Sedangkan syarat calon diantaranya pernah menduduki jabatan eselon dua
minimal dua kali dalam tempat berbeda serta pangkat terendah IV/c, telah
mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (PIM II) atau yang
setara. (rma)
