Nasib Ribuan Guru SMA di Malut Terancam

Diposting oleh On Tuesday, October 25, 2016 with No comments

SOFIFI-Nasib ribuan guru SMA di Maluku Utara terancam, lantaran kebijakan pemerintah pusat mengalihkan  guru SMA dari kabupaten/kota ke Provinsi menuai masalah. Pasalnya,  nilai pagu yang diploting Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) induk 2017 senilai 100 miliar. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang baru saja dikeluarkan.
Untuk mentaksi anggaran tersebut Pemprov harus membutuhkan anggaran Rp 500 milar. Anggaran sebesar itu digunakan untuk membayar gaji guru berdasarkan eselon dan operasional sekolah sesuai dengan data yang disampaikan Pemprov ke komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara.
” Pemprov menganggarkan Rp 100 milar, berdasarkan PMK yang baru, sedangkan anggaran dibutuhkan Rp 500 milar,  sehingga gubernur harus mencari solusi terhadap permasalahan ini, karena PMK sudah keluar, jika hal itu tidak ada langkah dari Pemerintah Daerah. Mau ambil anggaran dari mana, untuk membiayai mereka,” kata ketua komisi I DPRD Maluku Utara Wahda Z. Imam, Senin (24/10).
Diketahui bahwa pemerintah telah penetapkan pengalihan guru SMA ke Provinsi, dilaksanakan awal bulan Januari 2017 mendatang di seluruh Indonesia termasuk Maluku Utara.
”Mestinya anggaran itu harus diusulkan sebelum PMK itu dikeluarkan, olehnya itu Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan, apabila tidak dilakukan berarti pengalihan guru SMA ke provinsi tak bisa diakomodir seluruhnya, ” kata Wahda (ces)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »