‘Karate Karateka’ Amin Drakel Dipolisikan

Diposting oleh On Tuesday, November 22, 2016 with No comments

ilustrasi
MOROTAI-Ketua Federasi Olaharaga Karatedo Indonesia (Forki) Maluku Utara, Amin Drakel dilaporkan ke Polisi dengan tuduhan penganiayaan terhadap sejumlah karateka asal Pulau Morotai. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Ternate Selatan, namun tak pernah diproses. Padahal sejumlah karateka asal Morotai mengalami luka.
Menurut Riniyanti, Koordinator Pencak Silat Morotai, kronologi penganiyaan bermula saat kejuaraan Pencak Silat yang digelar tiga hari di Ternate beberapa waktu lalu. Kegiatan yang dibuka gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba itu dinilai penuh dengan kecurangan oleh panitia dan wasit.
Peserta Morotai yang berpeluang menang dikalahkan wasit. Namun saat dikomplen wasit yang didatangkan dari Jakarta, Sense Donal tak digubris. Sense saat pertandingan kata Riniyanti hanya main HP, tidak melihat jalannya pertandingan. Saat ditunjukkan video, Sense malah mengatakan, di Maluku Utara susah mengundang wasit yang netral.
Penjelasan Sense membuat Riniyanti tak puas. Ia lantas melaporkan hal ini kepada Ketua Forki Maluku Utara, Amin Drakel melalui telepon. Dibalik telepon, Amin meminta Riniyanti supaya mengkoordinasikan kepada panitia karena saat itu Amin masih berada di toko pakaian.
Riniyanti kepada Amin mengatakan,  wasit harus dua  aliran dan Morotai terakhir mengikut Kejurda karena permainan penuh kecurangan. Ia pun kembali berkoordinasi dengan panitia dan wasit, namun tak ditanggapi. Kesal tak dilayani, Riniyanti meminta uang kontingen dikembalikan, karena seluruh peserta akan ditarik mengundurkan diri dari Kejurda.
Beberapa menit kemudian lanjutnya, dua wasit meminta maaf dan mengaku pertandingan sudah diatur sehingga tak netral. Berselang beberapa menit mengobrol dengan dua wasit, sebuah mobil open cup warna merah jenis Hilux bernomor Polisi DG 9409 yang dikemudian Berti penuh dengan barang-barang jualan.
Meski mendekat parkir, mobil tancap gas nyaris menabrak Riniyanti dan beberapa peserta dari Morotai. Seorang peserta bernama Bayu (11) melompat ke parit hingga lututnya terluka. Meski akhirnya sang sopir mengaku hanya bercanda, namun mereka melontarkan kata-kata kasar dan cacian.
Dengan kejadian ini, Riniyanti dan sejumlah peserta berencana melaporkan ke Amin Drakel, ternyata Amin berada dalam mobil bersama 7 orang lainnya. Belum sempat melaporkan kecurangan wasit dan panita, Amin keluar dari mobil sambil banting pintu. Amin sempat mengeluarkan bahasa bernada ancaman. Sementara beberapa orang menganiaya peserta asal Morotai yang rata-rata masih pelajar itu.
Belum menanyakan duduk persoalan kata Riniyanti, Amin langsung marah-marah. “Ada apa, mau serang saya, saya bisa bunuh kamu,” kata Amin sebagaimana dituturkan Riniyanti. beberapa diantaranya memaki dan menginjak seorang peserta bernama Julhaji Khadam hingga terjatuh. Seorang peserta yang berusaha melerai dikeroyok dan dipukul.
Tak puas dengan ancaman anak buahnya lanjutnya, Amin mengancam akan menurunkan anggota BIN, Kopasus dan masyarakat Sanana.  "Mau saya kasih turun BIN dan Kopasus. Mau saya kasih turun orang Sanana," ujar Amin. Dengan ancaman itu, Riniyanti menarik kontingen dari Kejurda dan melaporkan Amin ke Polsek Ternate Selatan.
Namun Riniyanti dan anak buahnya kalah cepat. Amin Drakel lebih dulu mendatangi Polsek dan melaporkan bahwa peserta Morotai yang lebih dulu membuat masalah. Riniyanti mengatakan, Amin mengancam akan membunuh masyarakat Morotai di Ternate, setelah itu menelepon Wakapolda dan mengatakan, masyarakat Morotai yang menyerangnya.
Polisi yang turun lokasi menindaklanjuti laporan Amin Drakel ternyata tak terbukti alias laporan palsu. Saat ini polisi telah memeriksa saksi korban, dan malam itu juga langsung divisum. Riniyanti mengaku, karateka asal Morotai yang mengalami luka penganiyaan yakni Julhaji Kadham (19) korban pemukulan, Bayu (11) melompat saat hendak ditabrak mobil, Ahmad Bayu Toani (11), Nuri (20) Laence didorong dan terjatuh, dan M Riska Amal (20). Sayangnya, Amin Drakel belum berhasil dikonfirmasi kebenaran berita ini. (wis)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »