![]() |
| Ilustrasi |
MOROTAI-Kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) nampaknya menjadi perang urat saraf bagi sejumlah anggota DPRD. Sejumlah anggota DPRD yang mendukung Pasangan Calon (Paslon) bupati dan wakil bupati yang berbeda seperti anggota DPRD yang mendukung Paslon nomor urut 1 Benny Laos-Asrun Padoma (Balap) berapa waktu lalu menyerang Paslon nomor urut 2 Ali Sangaji-Yulce Makasarat dengan menyebut kontestan Paslon yang miskin karena tak ada duit dan tukang fitnah.
Sementara Rasmin Fabanyo, wakil ketua II DPRD yang juga merupakan tim pemenang Ali-Yuk secara terang-terangan menyerang balik dengan menyebut Dian Sarapu anggota DPRD yang mendukung Balap itu sebagai anggota DPRD terbodoh dari 20 anggota DPRD yang ada dilembaga perwakilan rakyat Morotai.
"Perlu masyarakat tau, bahwa anggota DPRD terbodoh di kabupaten Pulau Morotai, adalah Dian Sarapu, karena yang bersangkutan selama menjadi anggota DPRD, hanya datang di kantor, duduk, diam, ambil uang kemudian pulang, "sebut Rasmin saat menggelar kampanye kandidatnya Ali Sangaji-Yulce Makasarat di Desa Juanga, Kecamatan Morsel, Kamis (3/11) malam.
Selain menyebut anggota DPRD dari partai Gerindra itu terbodoh, Rasmin juga meminta Balap bersama timnya saat menggelar kampanye tak lagi menghujat dan memfitnah kandidatnya. Karena menurutnya semakin kandidatnya dihujat dan difitnah Paslon balap dan timnya semakin menaikan pamor kandidatnya tersebut."Tuhan tidak buta, orang semakin dihujat dan difitnah maka orang itu akan disayang tuhan dan derajatnya semakin akan dinaikan," terangnya.(wis)
Sementara Rasmin Fabanyo, wakil ketua II DPRD yang juga merupakan tim pemenang Ali-Yuk secara terang-terangan menyerang balik dengan menyebut Dian Sarapu anggota DPRD yang mendukung Balap itu sebagai anggota DPRD terbodoh dari 20 anggota DPRD yang ada dilembaga perwakilan rakyat Morotai.
"Perlu masyarakat tau, bahwa anggota DPRD terbodoh di kabupaten Pulau Morotai, adalah Dian Sarapu, karena yang bersangkutan selama menjadi anggota DPRD, hanya datang di kantor, duduk, diam, ambil uang kemudian pulang, "sebut Rasmin saat menggelar kampanye kandidatnya Ali Sangaji-Yulce Makasarat di Desa Juanga, Kecamatan Morsel, Kamis (3/11) malam.
Selain menyebut anggota DPRD dari partai Gerindra itu terbodoh, Rasmin juga meminta Balap bersama timnya saat menggelar kampanye tak lagi menghujat dan memfitnah kandidatnya. Karena menurutnya semakin kandidatnya dihujat dan difitnah Paslon balap dan timnya semakin menaikan pamor kandidatnya tersebut."Tuhan tidak buta, orang semakin dihujat dan difitnah maka orang itu akan disayang tuhan dan derajatnya semakin akan dinaikan," terangnya.(wis)
