LABUHA-Janji Pemda Halmahera Selatan,
membangun asrama mahasiswa asal Halsel yang saat ini melanjutkan
pendidikan di Jogjakarta belum juga
direalisasikan, bahkan semakin tidak jelas. Karena itu, mereka menuntuk
kejelasan rencana pembangunan asrama tersebut. Ketua Paguyuban Mahasiswa Halsel
Jogja, Ibnu M. Soleman kepada koran ini, Selasa (1/11) mengatakan, pihaknya
menyayangkan sikap pemda yang belum merealisasikan janjinya itu.
"Kita minta kejelasannya
sebab sampai saat ini asrama yang dijanjikan belum juga dibangun padahal
proposal yang diajukan itu telah di akomodir dalam APBD tahun 2015 sebagaimana
keterangan Kepala Bappeda Daud Jubedi ke kami beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Sayangnya, sampai saat ini belum
ada kejelasan akan adanya pembangunan asrama tersebut. Menurut Ibnu, pihaknya
juga telah melakukan komunikasi dengan pihak Dinas Pendidikan Nasional terkait
dengan kejelasan realisasi pembangunan asrama mahasiswa tersebut.
"Memang dari hasil
komunikasi itu pihak Diknas melalui kadis Ali Saban merespon positif dan
berjanji secepatnya akan merealisasikan, tapi faktanya belum ada. Alasan kadis,
pemda sementara merubah nomenklaturnya dari pembangunan awal ke pembelian rumah
yang nantinya di gunakan sebagai fasilitas asrama,” jelasnya.
Dikatakan mahasiswa Halsel
Yogyakarta sangat berharap agar pembangunan asrama bukan hanya menjadi wacana
karena asrama saat ini sudah merupakan kebutuhan mendasar mahasiswa yang sedang
kuliah di kota pendidikan itu. Menurutnya, mahasiwa asal kabupaten//kota Maluku
Utara yang kuliah di Yogyakarta yang belum memiliki asrama hanya mahasiswa asal
Halsel.
"Mahasiswa asal kabupaten/kota
lain seperti Halteng, Haltim, Kepsula dan lainnya, mereka sudah memiliki
asrama. Jadi kami berharap pemda Halsel segera merealisasi janjinya membangun
asrama tersebut. Apalagi jumlah mahasiswa asal Halsel yang kuliah di Jogja baik
S1 dan S2 cukup banyak yakni sekitar 750 orang,” imbuhnya. (one)
