WEDA-Minyak tanah di
Weda kabupaten Halmahera Tengah dalam beberapa hari terakhir mulai langka.
Kelangkaan ini menyebabkan harga minyak tanah subsidi yang hanya Rp. 3.200
dijual dengan harga bervariasi. Agen minyak tanah Agil Hi. Abdullah yang setiap
bulan memasok 10 ton mematok harga eceran tertinggi (HET) Rp. 5.500.
Kondisi ini membuat pangkalan di Weda
memanfaatkan kesempatan menjual harga antara Rp.7 ribu hingga Rp. 8 ribu per
liter. Kelangkaan ini meresahkan masyarakat, dan mempertanyakan sikap Pemda
Halmahera Tengah yang terkesan membiarkan oknum-oknum tertentu sengaja bermain
minyak.
“Kita membeli minyak tanah di pangkalan
Agil dijual harga Rp 5.500 per liter, lari ke pangkalan mita lain dijual Rp 7-8
ribu, karena minyak ita di pangkalan Agil kosong," tutur Arman, warga
Weda. Ia berharap Pemda Halmahera Tengah dalam hal ini Bagian Ekbang
mengevaluasi pangkalan yang menjual minyak di luar HET.
Terpisah, Agil Hi. Abdullah, pemilik
pangkalan minyak tanah di pusat Kota Weda mengatakan, kekosongan minyak tanah
saat ini karena tidak hanya dijual di Kota Weda, melainkan kuota yang diperleh 10
Ton dijual sampai ke Weda Tengah. "Minyak tanah di pangkalan saya ini
cepat habis karena saya jual harga sesuai HET Rp 5.500 per liter, selain itu
saya disalurkan untuk dijual sampai di Weda Tengah," ujarnya. (hrn)
