![]() |
| Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba |
LABUHA-Pasca dilantik dan diambil
sumpah beberapa waktu lalu, Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba, belum juga
menempati rumah dinas (rudis) yang ada di bilangan puncak Desa Papaloang,
Kecamatan Bacan Selatan. Bupati yang mempunyai dua istri itu hingga kini masih
memilih tinggal di rumah pribadi bersama istri kedua Nurlela Muhammad, yang
berada depan Cafe Bungalow Desa Marabose. Padahal negara sudah memberikan
fasilitas dengan anggaran yang begitu banyak hanya untuk membangun rumah dinas,
namun tidak di manfaatkan malah dibiarkan begitu saja.
Pantuan koran ini Selasa (18/10),
rumah dinas yang sebelumnya ditempati mantan bupati Muhammad Kasuba itu terlihat sepi. Tidak ada
penjagaan sama sekali dari petugas Satpol PP. Belum ditempatinya rumah dinas oleh
bupati Bahrain memunculkan tanda tanya di masyarakat, alasan apa sehingga
mantan ketua DPRD itu enggan menempati rumah dinas tersebut dan memilih tinggal
di rumah pribadi bersama istri keduanya. Informasi yang berhembus belakangan
ini, bupati belum berani menempati rumah dinas karena ada masalah internal
keluarga. Kedua istrinya, baik istri pertama maupun istri kedua sama sama
ngotot ingin tinggal di rumah dinas. Kondisi ini diduga yang membuat bupati
Bahrain tetap bertahan tinggal rumah pribadi ketimbang masuk ke rumah dinas.
Suasana berbeda terlihat di rumah
dinas wakil bupati yang bersebelahan dengan rumah dinas bupati. Rumah dinas wabup
yang sebelumnya tidak ditempati dimasa kepemimpinan Muhammad Kasuba, karena
wakil bupati Rusdan T. Haruna, kala itu sedang menjalani proses hukum, saat ini
telah ditempati wakil bupati Iswan Hajim. Selain Iswan Hasjim yang sudah
menempati rumah dinas, tiga pimpinan DPRD juga telah menempati rumah dinas yang
berada di satu lingkungan dengan rumah dinas bupati dan wabup.
Ketiga pimpinan DPRD yakni ketua
DPRD Umar Hi Soleman dan dua wakil ketua Asnawi Lagalante dan Muhlis Jafar,
jauh sebelumnya juga sudah menempati rumah dinas. Kepala Bagian (Kabag) Humas
dan Protokoler, Fahri Nahar dikonfirmasi kemarin, mengatakan, bupati belum
menempati rumah dinas, karena WC dan kamar mandinya rusak, dan masih dalam
tahap perbaikan.
“MCK-nya rusak. terjadi
penyembutan pada tempat penampungan sehingga harus di bongkar dan di perbaiki
lagi, sehingga butuh waktu yang lama perbaikannya,"kilah Fahri. Mantan
Kabid Otonomi Desa (Otdes) BPMD Halsel itu, membantah bahwa belum di tempatinya
rumah dinas disebabkan karena ada masalah
internal keluarga Bupati. “Itu tidak benar, yang pasti kendalanya hanya
kerusakan pada WC, itu saja,” tandas fahri. Meski begitu Fahri belum bisa
memastikan kapan rumah mewah itu akan di tempati bupati. (one)
