Tamin Sebut Pilkada di Malut Tak Melahirkan Pemimpin Berkualitas

Diposting oleh On Wednesday, January 06, 2016


TERNATE-Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di delapan kabupten/kota se Maluku Utara yang melaksanakan Pilkada serentak tidak akan malahirkan pemimpin berkualitas, integritas, dan profesional. Namun melahirkan pemimpin yang pada akhirnya tidak berpihak ke masyarakat dan ujung-ujungnya terlibat tindak pidana korupsi.  
Hal ini dikatakan staf pengajar Fisip Universitas Muhammdiyah (UMMU) Maluku Utara, Tamin Ilan Aban, Selasa (5/1). Menurutnya, Pilkada di Maluku Utara telah selesai dilaksanakan, dan seharusnya penyelengara baik KPU dan Panwas kabupaten/kota harus belajar dari penyelengara Kota Tidore. Karena kita lihat Pilkada di Tidore bershasil, dan bisa dikataka memenuhi syarat-syarat pemilu.
“Yang kita tahu, bahwa Pilkada serentak ini hadir untuk menyelesaikan permasalahan Pilkada 2005 hingga saat ini, atau pada saat rezim Presiden Susilo Bambang Yudiyono. (SBY), akan tetapi Pilkada serentak ini malah menambah masalah dan cukup banyak terjadi kecurangan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari delapan kabupaten/kota melaksanakan Pilkada, hampir keseluruhan bermasalah. Baik masalah administrasi, maupun politik uang. “Kita seharusnya belajara dari penyelenggara yang ada di Kota Tidore, dari tingkat KPU, Panwas, hingga penyelenggara tingkat bawah," jelasnya.
Lanjut dia mengemukakan, seharusnya penyelenggara daerah lain melakukan study banding dipenyelenggara kota Tidore. Strategi macam apa yang dipakai, dan cara apa saja hingga jalannya Pilkada berjalan cukup mulus. Patut untuk di apresiasi, karena politik yang ada kebanyakan tidak melahirkan politik yang cerdas, tidak melahirkan politik yang bermartabat," tutupnya. (jun)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »