TIDORE-Sebuah mobil dinas
(mobdin) Avanza milik staf ahli bidang hukum, politik dan pemerintahan Kota
Tidore Kepulauan Jamaludin Badar DG 47 TK menabrak sebuah angkutan kota
(angkot) jenis mikrolet dengan normor Polisi DG 1211 LU. Setelah menabrak motor
milik pegawai BRI yang berlawanan arah hingga jatuh di saluran, mobil dinas
staf ahli mengantam mikrolet.
Akibatnya, penumpang
mikrolet yang tak lain siswa SMAN 10 Tidore Kepulauan yang hendak mengikuti
kegiatan voley Dispora Cup II dilarikan ke RSUD Soasia, satu siswa diantaranya
kritis. Keempat siswa tersebut yakni Faujan S. Taher, kelurahan Gubukusuma,
Risal Yusuf, Kelurahan Ome, Irfan Usman, Kelurahan Sirongo, Afrizal A. Gamgulu,
Kelurahan Gubukusuma, Arman Hasim, kelurahan Dokiri, Jusman Karim, Kelurahan
Folaraha, Sofyan I. Gumalaha, Kelurahan Fobaharu, Ardani Rumakabo, Kelurahan
Afa-Afa. Sedangkan korban sopir angkot diketahui bernama M. Safril Husen,
Kelurahan Toloa, sementara korban yang mengendarai motor yakni pegawai BRI bernama
Muhtar Jumati.
Peristiwa ini terjadi
Kamis (20/10) sekitar pukul 14:30 WIT di jalan Soadara kecamatan Tidore. Mobil
Avanza milik staf ahli melaju kencang dari arah pusat kota ke Tidore Selatan
hendak melewati sebuah mikorolet yang ditumpangi siswa, berpapasan dengan sebuah
mobil yang sedang parkir menyebabkan jalan sempit sehingga staf ahli yang tak
ahli menyetir mobil ini banting setir dan menabrak sepeda motor yang dikendarai
pegawai BRI yang berlawanan arah hingga terhempas dalam saluran air. Mobil staf ahli kemudian menabrak mikrolet
yang ditumpangi siswa.
Dalam kejadian ini,
selain penumpang mikrolet dan pengendara sepeda motor yang luka-luka, mobil
dinas yang dikendarai Djmaludin Badar sendiri menderita luka di kepala dan
dilakukan operasi. Sementara empat siswa mengalami luka di bagian paha,
telinga, patah kaki dan sesak napas karena benturan.
Kanit Laka Satlantas
Polres Tidore Bripka Agung saat dikonfirmasi mengatakan, hingga kini pihak
satuan pilisi lalulintas belum bisa menyimpulkan kejadian tersebut, karena salah
satu korban belum bisa dikonfirmasi karena masih dalam operasi. "Kami belum bisa menyimpulkan kejadian
ini, karena belum melakukan olah TKP sehingga belum bisa di berikan keterangan
namun hanya sebatas keterangan masyarakat yakni murni laka lantas," kata
Agung. Walikota Ali Ibrahim dan wakil ketua DPRD Ahmad Laiman langsung turun
lokasi kejadian memantau lakalantas. (pul)
