![]() |
| Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes |
SANANA-Bupati Kepulauan
Sula, Hendrata Thes merasa dibohongi kepala dinas Kesehatan, Hindun Pawa.
Hindun mengaku, Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) daerahnya sudah konek
langsung dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoeiri Ternate.
Ternyata, laporan Kadis Dinkes itu tak benar.
Diakuinya,
pada 14 Oktober 2016, bupati ditelepon
wakil Direktur RSUD yang melaporkan ada seorang anak warga Sula di Ternate
mengalami tumor ganas di tenggorokan butuh operasi. Namun Kadis Dinkes Hindun
Pawa ditelepon dan SMS tidak pernah mengakat dan membalas, sehingga ia
menelepon langsung bupati.
Kadis Dinkes tak
bisa dihubungi, wakil direktur lanjut bupati, terpaksa mengumpulkan perawat dan
paramedia asal Kepulauan Sula yang bekerja di RSUD untuk melakukan operasi
menyelamatkan anak itu. “Mendapat laporan itu saya malu,” ujar bupati saat
bertatap muka dengan masyarakat Pulau Mangoli belum lama ini.
Kasus ini
menurut bupati menjadi tamparan keras dan memalukan, karena Pemda Kepulauan
Sula dianggap tidak ada perhatian, akibat dibohongi kepala dinas kesehatan,
Hindun Pawa. “Dihadapan saya Hindun mengaku, Jamkesda sudah teregistrasi di
RSUD Chasan Boesoeiri, ternyata itu bohong. Selain membohongi saya sebagai
bupati, juga masyarakat. Ini fatal, sesal HT.
Kebohongan
Kadis Kesehatan Hindun Pawa kata bupati, sudah jelas karena ini telepon
langsung wakil direktur RSUD Ternate. “Ini bukti, Tuhan tidak buta dan
menunjukkan bukti yang jelas,” tutur bupati. Meski demikian kata bupati, Hindun
telah mengklarifikasi, bahwa Jamkesda sudah bisa digunakan.
Bupati mengaku
tak mengetahui pasti, apakah data Jamkesda Kepulauan Sula di RSUD Ternate tidak
terinput atau bagaimana. Namun bupati berharap, Jamkesda harus tercaver dengan
baik di RSUD milik pemerintah provinsi Maluku Utara ini sehingga apabila ada
masyarakat Sula di Ternate yang sakit tidak terulang kasus yang sama. (sdl)
