TERNATE-Pengakuan
mengejutkan disampaikan mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar)
provinsi Maluku Utara Ahmad Rakib. Ia mengaku tidak pernah melegalisir ijazah
Muttiara selama menjabat kepala dinas provinsi. “Kayaknya ada yang tiru tanda
tangan saya,” kata Ahmad Rakib yang dihubungi, Senin (17/10).
Ahmad
mengatakan hal terkait dengan KPU
Halmahera Tengah mengembalikan berkas calon bupati Halmahera Tengah Muttiara
karena belum melegalisir ijazahnya. Padahal ijazah Muttiara pernah dilegalisir
di Dikjar provinsi Maluku Utara pada 2014 melalui stempel sekretaris Dikjar,
Ahmad Rakib sebelum menjabat kepala dinas.
Menurut Ahmad,
setiap ijazah yang dilegalisir harus disertai bukti ijazah asli. Sesuai aturan,
apabila ada yang melegalisir ijazah tanpa menyertai ijazah asli tidak
dibolehkan. Karena itu Ahmad mati-matian tak mengakui pernah melegalisir ijazah
Muttiara dan menduga kemungkinan ada yang memalsukan tanda tangannya.
Sementara isu
dugaan ijazah palsu yang menimpa Muttiara membuat popularitas pasangan
Muttiara-Berkah terus meningkat. Buktinya, saat silaturrahmi dengan 1.500 warga
di desa Wedana mengaku, isu yang sengaja dihembuskan kandidat lain tak
mengganggu kegiatan konsolidasi. Justeru dengan isu itu dukungan
Muttiara-Berkah terus meningkat tajam. “Pasangan Muttiara-Berkah sangat
ditakuti pasangan lawan politik,” ujar Muttiara dalam silaturrahmi itu.
Muttiara meminta relawan dan tim sukses
tidak terpancing dengan isu dan opini murahan itu, namun tetap merapatkan
barisan, menyusun strategi melakukan penggalangan massa. “Jangan hiraukan
politik kotor yang dilakukan kandidat tertentu, karena itu hanya menguras
energi dan pikiran. Lebih baik perkuat basis dan memaksimalkan kerja-kerja
lapangan,” pintanya.
Isteri bupati Halmahera Tengah dua
periode ini berharap agar KPU dan Panwaslu bekerja profesional, transparan dan
fair agar tidak menimbulkan salah tafsir ditengah pendukung dan masyarakat
Halmahera Tengah. "Pilkada yang jujur dan berintegritas akan melahirkan
pemimpin yang jujur dan berintegritas pula,” tandasnya. (hrn)
