Dikjar Akui Tak Legalisir Ijazah Muttiara

Diposting oleh On Tuesday, October 18, 2016 with No comments

TERNATE-Pengakuan mengejutkan disampaikan mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) provinsi Maluku Utara Ahmad Rakib. Ia mengaku tidak pernah melegalisir ijazah Muttiara selama menjabat kepala dinas provinsi. “Kayaknya ada yang tiru tanda tangan saya,” kata Ahmad Rakib yang dihubungi, Senin (17/10).
Ahmad mengatakan hal  terkait dengan KPU Halmahera Tengah mengembalikan berkas calon bupati Halmahera Tengah Muttiara karena belum melegalisir ijazahnya. Padahal ijazah Muttiara pernah dilegalisir di Dikjar provinsi Maluku Utara pada 2014 melalui stempel sekretaris Dikjar, Ahmad Rakib sebelum menjabat kepala dinas.
Menurut Ahmad, setiap ijazah yang dilegalisir harus disertai bukti ijazah asli. Sesuai aturan, apabila ada yang melegalisir ijazah tanpa menyertai ijazah asli tidak dibolehkan. Karena itu Ahmad mati-matian tak mengakui pernah melegalisir ijazah Muttiara dan menduga kemungkinan ada yang memalsukan tanda tangannya.
Sementara isu dugaan ijazah palsu yang menimpa Muttiara membuat popularitas pasangan Muttiara-Berkah terus meningkat. Buktinya, saat silaturrahmi dengan 1.500 warga di desa Wedana mengaku, isu yang sengaja dihembuskan kandidat lain tak mengganggu kegiatan konsolidasi. Justeru dengan isu itu dukungan Muttiara-Berkah terus meningkat tajam. “Pasangan Muttiara-Berkah sangat ditakuti pasangan lawan politik,” ujar Muttiara dalam silaturrahmi itu.
Muttiara meminta relawan dan tim sukses tidak terpancing dengan isu dan opini murahan itu, namun tetap merapatkan barisan, menyusun strategi melakukan penggalangan massa. “Jangan hiraukan politik kotor yang dilakukan kandidat tertentu, karena itu hanya menguras energi dan pikiran. Lebih baik perkuat basis dan memaksimalkan kerja-kerja lapangan,” pintanya.

Isteri bupati Halmahera Tengah dua periode ini berharap agar KPU dan Panwaslu bekerja profesional, transparan dan fair agar tidak menimbulkan salah tafsir ditengah pendukung dan masyarakat Halmahera Tengah. "Pilkada yang jujur dan berintegritas akan melahirkan pemimpin yang jujur dan berintegritas pula,” tandasnya. (hrn)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »