SOFIFI-Ketua Komisi I
DPRD Maluku Utara, Wahda Zainal Imam meminta masyarakat agar tidak memilih
pasangan Bahrain Kasuba dan Iswan Hasjim yang diduga menggunakan fasilitas
Pemda provinsi Maluku Utara untuk transportasi kampanye. Lagi pula penggunaan
fasilitas diizinkan gubernur, Abdul Gani Kasuba yang tak lain paman Bahrain.
“Baru calon sudah menggunakan fasilitas negara, bagaimana kalau sudah menjadi
kepala daerah,” tegas Wahda, Selasa (1/12).
Ketua komisi
yang membidangi ekonomi dan pemerintahan itu mengatakan, siapa saja yang dalam
kegiatan kampanye menggunakan fasilitas negara adalah melanggar Undang-undang.
Ia meminta Panwas untuk memproses masalah ini sesuai dengan ketentuan yang
berlaku. “Kandidat seperti ini jangan dipilih karena tega melanggar UU,”
katanya.
Politisi
partai Gerindra ini mengemukakan, kampanye Bahrain menggunakan fasilitas negara
harus disampaikan ke publik agar tidak memilih atau menyoblos yang
bersangkutan. "Berdasarkan ketentuan peratuaran sudah jelas, bahwa calon
kepala daerah tidak boleh menggunakan fasilitas Negara dalam kampanye.
Kita minta Panwas memproses karena ini pelanggaran terhadap
Undang-undang," pintanya.
Wahda meminta
persoalan ini patut disampaikan ke rakyat, agar tahu, baru mencalonkan diri
tidak mengindahkan perintah Undang-undang. Parahnya lagi, dalam kampanye
menggunakan fasilitas negara yang sangat dilarang dalam Undang-undang. Hal ini
katanya, menunjukan yang bersangkutan harus diproses Panwas. “Yang bersangkutan
tidak pantas didorong untuk mecalonkan sebagai kepala daerah, karena sangat
keterlaluan dalam kampanye menggunakan fasilitas negara. Apabila persoalan ini
dibiarkan, maka mereka menganggap hal yang wajar. Jadi harus diproses,"
tegasnya.
Wahda
mengungkapkan, Bahrain menggunakan speadboat Pemda provinsi Maluku Utara, namun
gubernur membiarkan. “Tidak etis, seorang pejabat membiarkan fasilitas negara
dipakai berkampanye,” sesalnya. Informasi yang diperoleh menyebutkan, tak hanya
penggunaan fasilitas negara oleh Bahrain, Kepala Dinas Kalautan dan Perikanan
(DKP) provinsi Maluku Utara, diduga membagikan bantuan pemerintah provinsi di
kecamatan Gane Timur mengatasnamakan pasangan Bahrain-Iswan. Bahkan mengajak
masayarakat memilih pasangan tersebut. (din/tim)
