Guru Halsel Ancam Mogok Mengajar

Diposting oleh On Friday, December 04, 2015 with No comments


(ilustrasi)

LABUHA-Puluhan guru dan kepala sekolah yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Halmahera Selatan mendatangi kantor Dinas Pendidikan setempat menuntut penyelesaian pembayaran atas hak-hak mereka berupa tunjangan sertifikasi dan tunjangan non sertifikasi serta gaji PTT yang belum dibayarkan sejak 2014, Kamis (3/12).
Kedatangan puluhan guru pada saat apel pagi di Dinas Pendidikan itu mempertanyakan realisasi pembayaran gaji PTT tahun 2015 yang belum dibayarkan serta rapelan sertifikasi guru tahun 2015 dan tunjangan non sertifikasi triwulan 3 dan 4 tahun 2014 serta triwulan 3 tahun 2015. Mereka mengaku heran dengan Diknas yang belum merealisasikan hak-hak mereka dan hak para guru PTT. Para guru mengancam akan melakukan aksi mogak mengajar hingga beberapa hari kedepan jika belum ada kejelasan pembayaran hak mereka.
Ketua PGRI Halmahera Selatan Usman Hasan mengatakan, kedatangan para guru dan kepsek ke Diknas untuk meminta kejelasan dan menuntut hak mereka direaliasikan pembayaran yang tertunda sejak 2014 hingga 2015. “Kita datang dan sampaikan terkait hak guru yang sampai saat ini belum teralisasi semuanya. Seperti sertifikasi dan non sertifikasi dan juga gaji PTT. Gaji guru PTT itu baru diproses satu kecamatan yakni kecamatan Bacan Timur. Sementara di Halsel ada 30 kecamatan,” tandasnya.

Ia minta Diknas segera merealiasikan segera sebab hak mereka tidak diberikan sudah sejak lama sejak 2014. “Kita minta kejelasan dan minta direalisasikan secepatnya,” desaknya. Pihaknya mengaku kecewa dengan sikap Diknas yang terkesan tidak merespon tuntutan guru. Para guru yang tergabung dalam PGRI akan melakukan aksi mogok mengajar seluruh sekolah di Halmahera Selatan apabila waktu yang diberikan belum direaliasikan.
“Kami akan berikan deadline, jika dalam waktu dekat tidak segera dibayar maka kami akan melakukan aksi mogok masal seluruh guru di Halsel,” tandasnya. Menurutnya, sebenarnya kedatangan para guru dan kepsek ini cukup banyak hanya saja ada aknum Kasi Diknas yang sebelumnya menghubungi kepala sekolah dan menyampaikan mereka tidak perlu datang sebab pembayaran hak-hak mereka itu sudah diproses.  “Yang bersangkutan menelpon para kepala sekolah meminta mereka tidak perlu hadir karena sudah diproses. Ini bentuk pembohongan terhadap guru-guru, dan itu sangat kita sayangkan,” tandasnya.
Ketua PGRI Halmahera Selatan menegaskan, Diknas tidak lagi melakukan pergantian dan mutasi guru-guru dan kepala sekolah terkait dengan langkah yang dilakukan. “Saya harap jangan ada mutasi dan pergantian setelah ini. Jangan karena masalah ini kemudian guru dan Kepsek diganti dan dimutasi,” ancamnya.  Terkait tuntutan para guru dan kepsek ini, Kadis Pendidikan Halmahera Selatan, Saban Ali dikonfirmasi tidak ada jawabannya hingga berita ini naik cetak. Pesan singkat yang dikirim ke nomor ponselnya tidak ada jawaban. (wan)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »