![]() |
| (ilustrasi) |
SANANA-Pasangan
calon bupati dan wakil bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes dan Julfahri Abdulah
Duwila (HT-Zadi) tampil memukau dihadapan ribuan massa pendukung dalam kampanye
terbatas di desa Fagudu, kecamatan Sanana Rabu (2/12). Hendrata yang didamping
istrinya Fince Hongarta dan wakilnya Julfahri Abdula Duwila beserta ketua DPC Hanura,
Hidaya T. Soamole, ketua DPC PKB Abubakar Gailea dan ketua tim pemenang Julfi Umasangaji
serta pemenagan HT-ZADI.
Meski
kampanye terbatas, namun massa yang hadir cukup banyak. Lagi pula, usai
kampanye dihibur dengan penyanyi lokal asal Sanana. Hendrata dalam orasi politiknya
mengatakan, keinginan maju calon bupati karena dirinya termasuk salah satu
putra sula yang lahir di Fagudu. Ia menginginkan, dalam pemerintahan lima tahun
ke depan masyarakat Sula tidak menderita. “Sudah cukup masyarakat menderita 10
tahun,” katanya.
Dijelaskan,
keingin maju calon bupati karena ingin mengusap air mata penderitaan masyarakat
yang selama kurang lebih 10 tahun karena penindasan. “Saya sadar, bahwa saya
beda agama tapi masyarakat harus tahu, hati dan pikiran saya bertekad berbuat
yang terbaik untuk masyarakat dan negeri saya yang tercinta,” tuturnya.
Hendarata
katanya pernah mengungkapkan, bahwa apabila terpilih menjadi bupati, maka
gajinya selama setahun diberikan kepada masyarakat. Namun saat ini bukan satu
tahun, tetapi selama 5 tahun gajinya tak akan diambil. Semuanya dihibahkan
kepada masyarakat. Ia meyakinkan, bahwa apabila HT-Zadi terpilih menjadi
bupati, dalam waktu 3 tahun kabupaten Sula akan maju sesuai harapan masyarakat.
Selain
itu, alasan kenapa lebih memilih penyanyi lokal dalam setiap kampanye, karena
penyanyi lokal lebih mengetahui isi hati masyarakat Sula. Lebih tahu
penderitaan masyarakat. “Jadi buat apa mendatangkan penyanyi ibukota, sementara
mereka tak mengetahui isi hati dan penderitaan masyarakat. (sdl)
