Masyarakat Sanana Makan Hati, Listrik Mati Terus

Diposting oleh On Thursday, November 24, 2016 with No comments

SANANA-Meski setiap saat didemo, pelayanan listrik PLN Sanana membuat masyarakat makan hati. Pelayanan yang mulai normal beberapa waktu lalu, kini kembali dilakukan pemadaman tak beraturan. Ujung-ujungnya, Kepala PLN Ibrahim Suleman dianggap tak becus. Sebab mati menyalanya listrik di daerah itu membuat peralatan elektronik masyarakat mengalami kerusakan.
Menurut masyarakat, banyak peralatan elektronik mengalami kerusakan lantaran tak normalnya listrik. Selain itu mengganggu pelayanan umum seperti perekam e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. (sdl)
Ada Indikasi Oknum DPRD Sula ‘Minum BBM di SPBU’

Diposting oleh On Thursday, November 24, 2016 with No comments

SANANA-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kepulauan Sula menduga, ada indikasi oknum anggota DPRD, terutama yang berada di komisi terkait dengan BBM bekerjasama dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Indikasi itu menguat menyusul tidak ada sidak lanjutan di SPBU menindaklanjuti tuntutan PMII Sula. Ketua PMII Sula, Falmin Daeng mengatakan, tak ditindaklanjuti sidak ke SPBU lantaran takut jangan sampai ketahuan oknum-oknum yang terlibat ikut ‘minum BBM’ di SPBU.
Menurutnya, PMII telah mengantongi data lengkap dari Pertamina. Dalam data itu disebutkan, banyak terjadi kesalahan yang dilakukan pemilik SPBU seperti melayani jerigen, padahal hal itu dilarang. ”PMII menduga, DPRD mungkin oknum anggota DPRD mendapat fee dari SPBU,” sodoknya. (sdl)
Bupati Sambut Baik Wisatawan Tanam Saham di Sula

Diposting oleh On Wednesday, November 23, 2016 with No comments

SANANA-Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes menyatakan, menyambut baik dua wisatawan asal Amerika Serikat yang berkeinginan menanamkan saham di Kepulauan Sula. Kedua wisatawan itu yakni Pieter dan Tim. Dua wisatawan itu bersama keluarga mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kepulauan Sula tertarik mengivestasi modalnya untuk pengembangan pariwisata. Kedua wisatawan manca negara ini sempat menemui bupati Hendarata Thes.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Sula I Ketut Suparjana mengatakan, pada kesempatan itu bupati menjelaskan sejumlah destinasi wisata di daerah itu. Bupati mendorong agar industri pariwisata dikembangkan dengan membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur lain yang mendukung.
Bupati meminta, pembangunan jalan menghubungkan lokasi wisata di desa Fatkauyon, kecamatan Sulabesi Timur sekaligus mendorong promosi tempat-tempat wisata lain seperti wisata alam dan bahari. Pada pertemuan itu kata Ketut, bupati memberikan izin dua wisatawan juga menginvestasi modal dibidang pertanian dan perikanan.
Menurut bupati, kabupaten yang berkembang tidak didukung dengan investor sebagai pihak ketiga, dan hanya mengharapkan anggaran pemerintah akan lambat berkembang. Karena itu, bupati menyatakan sangat mendukung apabila ada investor berinvestasi di kabupaten Kepulauan Sula. (sdl)
FKUB dan MUI Himbau Masyarakat Sula Jaga Kebinekaan

Diposting oleh On Wednesday, November 23, 2016 with No comments

SANANA-Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten kepulauan Sula menghimbau seluruh umat beragama di wilayah kabupaten Kepsul selalu menjaga semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap satu.
Himbauan tersebut disampaikan kedua tokoh agama itu untuk menjaga solidaritas dan hubungan baik sesama umat beragama yang hidup rukun dan damai. Menyusul adanya pergerakan secara Nasional yang  memuat berbagai kepentingan politik dengan tujuan memecah belahkan NKRI
Kepada umat beragama, terutama kaum Muslim yang merupakan mayoritas penduduk Kepsul diminta tidak terprovokasi dengan isu miring oleh oknum-oknum terntenu. Ketua FKUB H.Salim Bahnan mengatakan, dampak permasalahan Ahok kemungkinan ada campur tangan Negara Asing yang ingin memecah belah NKRI. Persoalan ini dikhawatirkan berdampak didaerah sehingga masyarakat diharapkan tidak terprovokasi dengan isu-isu dimedia terkait aksi bela Islam dan wacana makar.
Begitu pula Ketua MUI Kepsul, Fatahudim Robo. Menurutnya, dalam Islam sudah jelas Kebhinekaan Allah ciptakan semua manusia dari Nabi Adam dan Siti Hawa agar saling kenal satu dengan yang lain. Untuk itu masyarakat Kepsul tidak terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang yang berdampak mengganggu keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, MUI Kepsul sudah melakukan pertemuan dengan pihak kepala desa sekaligus menghimbau aparat desa bertanggung jawab menjaga kebhinekaan dimasing-masing wilayahnya. Selain itu MUI juga telah menyampaikan kepada Bupati Kabupaten Hendrata Thes Agar tidak terpengaruh  dengan isu-isu nasional dan diharapkan Pemkab Kepsul tetap fokus pada program-program daerah. (sdl)
DPRD Sula Dinilai Hanya Mengejar SPPD

Diposting oleh On Tuesday, November 22, 2016 with No comments

SANANA-DPRD kabupaten kepulauan Sula dinilai hanya mengejar SPPD ketimbang memperjuangkan kepentingan rakyat. Padahal, ketua DPRD telah menginstruksi anggota DPRD terutama komisi II dan III melakukan sidak temuan PMII Cabang Sanana terkait dengan pelayanan PLN, PDAM, kantor Pengelola Pasar dan SPBU.
Namun sidak yang dilakukan wakil rakyat baru dilakukan di kantor PLTD Waikalopa, Pertama, PDAM dan kantor Pengelola Pasar. Sementara SPBU dan PLN belum dilakukan. Ketua PMII Cabang Sanana Falmin Daeng menilai, sidak lanjutan di SPBU dan PLN yang di janjikan DPRD terkesan hanya main-main dan tidak serius menjalankan fungsi pengawasan.
PMII menilai, sidak bersama yang dilaksanakan dua hari lalu oleh di PLTD Waikalopa, PDAM dan kantor pengelola pasar bukan atas dasar itikad baik sebagai lembaga perwakilan rakyat untuk mengawal agenda-agenda kerakyatan tetapi hanya melaksanakan instruksi pimpinan dan hanya menggugurkan tanggung jawab belaka karena ada tuntutan PMII.
PMII secara kelembagaan kecewa dengan sikap DPRD karena saat ini banyak masalah yang perlu diperhatikan secara serius, malah lebih mementingkan agenda keluar daerah. “Kami bisa berasumsi anggota DPRD lebih mementingkan SPPD daripada kepentingan rakyat. Saya pastikan PMII akan mengkolsoldasikan seluruh organisasi kemahasiswaan untuk melakukan aksi mosi tidak terhadap anggota DPRD kepulauan Sula,” tandas Falmin. (sdl)
Kaban BLH Sula Tolak Keluarkan Ijin Jalan Fogi-Malbufa

Diposting oleh On Friday, November 11, 2016 with No comments

ilustrasi
SANANA-Kepala Badan Lingkungan Hidup kabupaten kepulauan Sula, Irwan Husen tetap ngotot tak memberikan ijin kelanjutan pekerjaan poros jalan antara Fogi-Malbufa. Alasannya, Dinas Kehutanan belum memberikan rekomendasi. “Karena itu kami hak penuh menghentikan pekerjaan jalan poros Fogi-Malbufa,” tegas Irwan, Kamis (10/11).
Menurutnya, BLH bisa mengeluarkan ijin, apabila sudah ada rekomendasi Dinas Kehutanan untuk meneliti kelayakan dokumen UKL dan UPL.  “Bagaiman kita mau mengeluarkan surat sementara permintaan Dinas Kehutanan saja tidak ada. Seharusnya dinas PU dan Kehutanan sebelum melaksanakn pekerjaan minimal memberikan gambarkan melewati areal mana dan, skarang lahan pembuatan jalan saja kita tidak tahu, ujar Irwan.
Dikatakan, BLH tidak bermaksud menghambat pekerjaan jalan, mereka hanya menjalankan prosedur. Sekarang kami belum mendapat rekomendasi Kehuatan padahal kami tunggu surat tersebut untuk melihat kelayakannya. Tugas BLH melihat secara lingkungan, layak dibuat jalan atau tidak, jadi kalau dokumennya tidak ada kami tidak bisa mengeluarkan rekomendasi dan sudah pasti kami pertahankan,“ tandasnya. (sdl)
Wabup : Pencopotan Kepala PDAM Sanana Kewenangan Bupati

Diposting oleh On Friday, October 28, 2016 with No comments

SANANA-Wakil bupati Kepulauan Sula, Julfahri Abdullah Duwila menegaskan, tuntutan 5 orangisasi mahasiswa dan pemuda untuk mengevaluasi dan mencopot kepala PDAM Sanana, Yusri Bermawi akan menyerahkan kewenangan itu kepada bupati. Tuntutan evaluasi kinerja katanya, tentu akan dievaluasi, namun mencopot kepala PDAM adalah kewenangan bupati. “Sebagai wakil bupati yang memiliki tugas pkok fungsi pengawasan, saya hanya mengevaluasi dan memberikan masukan kepada bupati,” ujar Julfahri kepada wartawan, Kamis (27/10).
Wabup mengungkapkan, ia pernah didatangi beberapa staf PDAM meminta supaya berurusan di kantor, karena  akan ada pihak lain yang diundang menyikapi persoalan PDAM saat ini, sehingga masalahnya tuntas. Hanya saja, saat pertemuan staf PDAM tidak bisa hadir karena saat itu dipanggil bupati membahas persoalan yang sama. Ia mengaku, kurang mendapat informasi terkait persoalan PDAM. (sdl)