JAKARTA-Selain
Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan 2015, di Istora Senayan juga terdapat
pameran alat-alat mengajar atau bahan ajar dalam rangkaian Hari Guru Nasional.
Ada dua produk yang menarik perhatian pengunjung, yakni peta interaktif dan
'robocop'.
Di
stan Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK)
yang bekerja sama dengan LPS Malang, ada peta interaktif dan globe interaktif.
Alat yang dibuat sebagai hasil kerjasama dengan pihak swasta itu, dijadikan
alat pengajaran untuk sekolah.
Lewat
peta interaktif, ada tiga tema yang bisa dimainkan siswa. Mulai dari lagu
nasional, jelajah nusantara dan ikon tiap daerah. Lagu nasional, bila diklik
maka akan memutarkan lagu daerah asal yang ditunjuk. Sementara untuk jelajah
nusantara, cara kerjanya dengan memilih nama pahlawan nanti akan ditunjukkan
suara nama pahlawan tersebut. Terakhir, peta interaktif yang menunjukkan ikon
daerah seperti Monas di Jakarta, Tugu Khatulistiwa di Pontianak dan kawasan
lainnya.
"Di
papan ini ada beberapa sub tema lagi misalnya bandara, jumlah kota dan
kabupaten, bahasa daerah dan objek wisata," kata penatar guru dari P4TK,
Yasser Awaludin, di arena pameran, Senin (23/11). Bagaimana dengan globe
interaktif? Cara kerjanya sama dengan peta. Bila ditunjuk nama Indonesia, nanti
bakal muncul informasi yang dibutuhkan soal negara tersebut, seperti luas
wilayah, jumlah penduduk dan lainnya.
Menurut
Yasser, globe dan peta interaktif tersebut dibuat oleh guru SD sampai SMA di
bidang studi PPKN dan IPS. Mereka juga membuat media sederhana seperti peraga
lapisan kulit bumi sampai lapisan gunung.
"Ada simulasi gunung merapi pakai soda dan disimulasikan terjadinya
gunung merapi larva dan lahar," terangnya.
Alat
tersebut banyak digunakan untuk pelajaran siswa SD dan SMP. Diharapkan, para
murid bisa menjadi lebih antusias belajar dengan dua alat tersebut.
Robocop
Selain
itu, ada juga alat bernama robocop. Alat tersebut menggunakan prinsip
hukum hidro statik yang memanfaatkan hukum paskal bahwa tekanan bisa
mengarah ke segala arah. Robocop terdiri dari beberapa suntikan, ada selang,
dan beberapa balok kayu yang disusun seperti sebuah backhoe.
"Caranya
mudah. Beberapa alat suntikan ditarik dan ditekan yang di dalamnya ada air.
Dorongan dan tarikan air tersebut bisa membuat alat tersebut bergerak, misalnya
alat pengeruk itu bergeser dari atas ke bawah dan membuka pengaitnya. Di dekat
alat pengait itu ada sebuah benda seperti bola yang akan diambil oleh alat
tersebut," terang kordinator program Akademi Komunitas Labtek Sedec
(Laboratorium Teknologi IPA /Sains Education Center) Wita Sutrisno di arena
pameran.
Ide
dasar alat tersebut adalah agar siswa bisa lebih memahami konsep fisika dalam
hal prinsip kerja dari alat berat. Alat ini sudah selama dua tahun terakhir
jadi alat pembelajaran. Pembuatnya tak lain adalah mahasiswa bernama Heri
Juanda, yang lulus dengan cum laude saat sidang. "Banyak terbantu
(pengajaran), di D2 itu belajarnya semuanya menggunakan alat peraga,"
imbuhnya.
Di
pameran tersebut, ada puluhan stan yang diisi oleh berbagai kalangan. Mulai
dari Kemendikbud, pihak swasta dan USAID Prioritas dan Gizi Paklim. Ada
beberapa stand dari P4TKI lain seperti P4TKI Seni dan Budaya dan P4TKI IPA.
Daur Ulang Sampah
Di
arena pameran, terdapat juga stan Formasi Forum Guru Independen Indonesia.
Mereka memamerkan produk dari daur ulang sampah yang bernilai cukup tinggi. Laili,
guru Geografi SMAN 29 Jakarta Selatan mengatakan, produk yang dihasilkannya
dari sampah-sampah plastik. Dari situ, mereka membuat tikar pandan, taplak
meja, tas selempang, dompet, tas laptop, tas make up, anyaman taplak meja dan
lainnya. Bungkus makanan ringan sampai pelembut pakaian dimanfaatkan. "Misal
di pasar Senen ada yang menjual bungkus itu, karena ada yang mengumpulkan lagi
dijual perseratus lembar," imbuhnya.
Guru-guru yang terlibat
mulai dari Malang, Bandung dan wilayah lainnya. Guru-guru tersebut ingin
mengajarkan murid soal kerajinan tangan dan berpartisipasi dalam program
pengurangan sampah. "Lumayan walaupun sedikit tapi bermanfaat, dibuang
sayang karena ini kan lebih ke pada pelajaran kebersihan lingkungan,"
terangnya. (dtc)
