![]() |
| Alfred Rusel Wallace |
PADA
103
tahun lalu, tepatnya 7 November 1913, naturalis terkenal di dunia,
Alfred Rusel Wallace, meninggal dunia pada usia 90 tahun. Nama
Wallace memang kalah dengan Charles Darwin yang dikenal sebagai bapak teori
evolusi. Meski tak sepopuler Darwin, namun Wallace faktanya turut berkontribusi
mendorong lahirnya teori evolusi, malah ada yang menyebutkan jika tidak ada
Wallace maka tidak ada teori evolusi dari Darwin.
Dikutip dari Todayinsci, Minggu
6 November 2016, Wallace merupakan naturalis Inggris dan biogeografer yang
mempelajari distribusi organisme. Ketekunannya mempelajari distribusi
organisme itu akhirnya membawa ilmuwan kelahiran 8 Januari 1823 itu menjejaki
wilayah Hindia Timur dan Belanda pada akhir 1850-an hingga awal
1860-an.
Wallace tercatat sebagai naturalis barat
pertama yang menggambarkan keindahan dan hal menarik dari habitat alami di area
tropis. Pada 1854-1862, saat usianya 31-39 tahun, Wallace menjelajah
berbagai wilayah di Kepulauan Melayu atau Hindia Timur (Singapura, Malaysia dan
Indonesia), untuk mengumpulkan spesimen mempelajari sejarah alam.
Dari pengumpulan catatannya di wilayah
Hindia pada periode itu, dia mengumpulkan bukti habitat dalam karyanya yang
terkenal The Malay Archipelago. Dia kemudian mengirimkan surat kepada
Charles Darwin yang saat itu berada di Kepulauan Galapagos, Samudera Pasifik.
Surat itu kemudian dikenal dengan ‘Surat dari Ternate’, karena ditulis saat
Wallace di Ternate, Maluku Utara.
Peneliti Akademi Ilmu Pengetahuan
Indonesia (AIPI), Sangkot Marzuki, menyebutkan, ‘Surat dari Ternate’ itu
kemudian sebagai salah satu tempat turunnya ilham teori evolusi. Surat dari
Ternate itu juga menjadi bagian penting bagi Darwin menerbitkan bukunya yang
terkenal, Origin of Species pada 1859, setahun setelah menerima surat
dari Wallace.
Pada titik ini, maka sebenarnya peran
Wallace cukup penting dalam tumbuhnya teori evolusi. Namun yang banyak dikenal
adalah Darwin, dan jejak Wallace dalam teori evolusi seolah terlupakan. Belakangan,
dunia pengetahuan mengakui Wallace adalah penemu teori evolusi bersama-sama
dengan Darwin.
Kontribusi Walace bisa dilihat dengan
adanya istilah Garis Wallace, garis hipotesis yang memisahkan wilayah geografi
hewan Asia dan Australasia. Bagian barat dari garis ini berhubungan dengan
spesies Asia; di timur kebanyakan berhubungan dengan spesies Australia. Garis
ini diberi nama sesuai nama Alfred Russel Wallace. Berbekal dokumen tersebut,
belakangan Wallace dan Darwin bisa mantap untuk menyampaikan teori evolusi
dalam pertemuan ilmiah di Linnaeus Society pada Juli 1858.
Wallace sempat terlupakan dan berada di
bawah bayang-bayang Darwin, yang bersama-sama menemukan teori evolusi melalui
seleksi alam.
Dalam beberapa dasawarsa belakangan,
peran Wallace kembali dibangkitkan. Ia dikenal sebagai pendiri biogeografi
evolusi, terutama perintis biogeografi pulau. Wallace pun diakui sebagai
kolektor yang telaten dan produktif. Spesimen yang ia kumpulkan memperkaya
koleksi museum dan ilmu taksonomi.
Dengan telaten, ia mengamati, mencatat,
dan mempelajari setiap spesimen yang ia kumpulkan, mulai dari serangga, burung
hingga mamalia. Dari salah satu tempat persinggahannya di Pulau Ternate, ia
memperkenalkan jenis burung yang indah nan cantik kepada dunia sains. (viva)
