Gubernur AGK Curhat ke SKPD

Diposting oleh On Monday, November 07, 2016 with No comments

SOFIFI-Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba menggelar pertemuan dengan pimpinan SKPD di ruang rapat gubernur, Senin (7/11). Pertemuan itu, tak beda dengan curahan hati alias curhat. Dihadapan pimpinan SKPD, gubenur mengeluhkan lambannya kepala Bappeda Syamsuddin Banyo.
Gubernur dihadapan pimpinan SKPD meminta, semua staf instasi wajib difungsikan agar program berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. “Semua staf dan kepala bagian harus difungsikan,” tegas gubernur.
Menurut sumber, rapat ini dilakukan secara mendadak, menyusul rapat sebelumnya hampir semua SKPD tidak hadir. Padahal rapat itu sangat penting guna memindaklanjuti hasil pertemuan gubernur dan BKP Perwakilan Maluku Utara. “Mereka tidak hadir akhirnya gubernur membatalkan rapat,” ujar sumber itu.
Selain itu, dalam rapat itu membahas surat kaleng yang berisi aksi pembokitan kantor gubernur. Karena itu gubernur meminta supaya semua pegawai diberikan pemahaman sehingga tidak mendengar isu-isu miring yang sengaja ditiupkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Halid Alkatiri,  ada dua hal yang disampaikan gubernur dalam rapat itu. Pegawai dan pimpinan SKPD wajib melakukan kativitas di Sofifi, tidak boleh di Ternate. ”Ini  instruksi, kalau tidak dipatuhi, SKPD maupun stafnya dievaluasi,” jelas Halid
Selain itu, pimpinan SKPD wajib tinggal dan menetap di Sofifi. Tidak ada alasan, jam kantor efektif mulai Senin sampai Jumat. “Kalau kedapatan SKPD berkantor di Ternate akan dicopot jabatannya dan dilakukan pergantian pejabat pasca OPD, gubernur tidak mengenal orang dekat,” tegas Halid.
Sementara itu, gubernur menandatangan kesepakatan permintaan Koalisi Pemuda Kreatif (KPK) for Sofifi depan kantor gubernur. Dalam kesepakatan itu berisi, gubernur diminta memnindak tegas PNS yang malas berkantor di Sofifi. Bila perlu dipecat sesuai ketentuan yang berlaku. disamping itu, gubernur dan wagub didesak menindak seluruh pimpinan SKPD yang masih melakukan aktifitas menggunakan fasilitas dinas berupa kendaraan di Kota Ternate dan kabupaten/Kota lain.
Gubernur diminta   mengevaluasi fasilitas Pemprov berupa speedboat gubernur, wagub, sekda dan Dinas Perhubungan Kominfo untuk mengurangi rute perjalanan dalam satu minggu dua kali pergi pulang Ternate- Sofifi pada jam kerja. Sebab ini berpengaruh pada beban keuangan daerah. mereka meminta gubernur dan wagub menekan rute kapal cepat Ternate Sofifi maksimal 2 kali seminggu. Selain itu, KPK meminta gubernur dan wagub mengevaluasi kinerja panitia pemekaran DOB Sofifi.
Gubernur menandatangani kesepakatan ini terkesan terpaksa, sebab puluhan massa akhir enggan membubarkan diri. Koordinator lapangan KPK for Sofifi Sunardi mengatakan, mengingat massa tidak beranjak dari tempat, gubernur akhirnya menerima massa sekaligus menandatangani perjanjian itu. ”Gubernur sudah menandatangani menandakan kepedulain pimpinan terhadap rakyat,” kata Sunardi.  

Sunardi mengancam, apabila kesepakatan ini tidak ditindaklanjuti, maka massa akan kembali melakukan aksi besar-besaran sekaligus memboikot aktivitas kantor gubernur. ”Kami akan kembali dengan massa lebih besar lagi, bila perlu kantor gubernur dipalang,” ancamnya. (ces)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »