![]() |
| SENAT STKIP KIE RAHA TERNATE (foto : Bang Dar) |
TERNATE – Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STIKIP), disambut Hujan. Para wisudawan dan orang tua mereka usai
mendengar sidang penutupan wisuda itu keluar dari tenda, terpaksa lari
berhamburan masuk didalam kelas ruang kuliah, sebagian memilih bertahan
ditempat acara wisuda.
Datangnya
Hujan para wisudawan ini, bukannya berfoto bersama orang tua, teman
atau se-angkatan mereka, namun berdiri berjejer didepan kelas ruang
kuliah sambil menunggu hujan berhenti. Hampir dua jam, hujan mengguyur
kampus STKIP akibatnya tenda atau tempat acara wisudah terlihat berbecek
karena Hujan menebus terpal tenda.
Seorang
mahasiswa STIKIP mengatakan, kedepan Rektor Sidik Siokona harus
membangun Aula kampus secara permanen sehingga datangnya hujan tidak
mengganggu acara wisudah seperti ini,” supaya tidak pakai sewa tenda
lagi, karena itu juga menguras anggaran. Sebab tenda sebanyak itu,
setiap hajatan wisuda harus di sewa,” ujar Iwan Saleh, mahasiswa jurusan
Sejarah kepada Seputar Malut, di kampus STIKIP.
Walaupun
disambut hujan, namun sebagaian wisudawaan merasa bahagia dan bersyukur
terhadap rahmat diberikan oleh Tuhan sehingga wisudawan ditahun ini
dapat terlaksana tepat waktu dan mendapatkan indeks prestasi
kemahasiswan yang memusakan.
Seperti
disampaikan seorang wisudawan jurusan Biologi, Fahria Rajim yang merasa
bersyukur dengan prestasi diraihnya yaitu cum law. Menurutnya, prestasi
ini karena perjungan keras, dorongan dan dukungan yang datang dari
orang-orang terdekat terutama orang tua sehinga kulaih tepat waktu empat
tahun. “ walau dalam suasana hujan seperti ini, saya merasa bersyukur
dan sangat bahagia. Karena hari ini, saya bisa mengangkat derajat orang
tua saya, walau cuman pedagang gamalama. Tapi mereka mampu membiayai
saya kuliah sampai selasai dengan prestasi cum law ini,” kata Fahria,
(san)
