PNS Mengamuk di Kantor Gubernur, Ada Apa?

Diposting oleh On Tuesday, November 01, 2016 with No comments

Ilustrasi
SOFIFI-Puluhan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Provinsi Maluku Utara mengamuk di kantor gubernur. Para PNS tersebut mengamuk lantaran belum dibayarkan tunjangan tambahan pegawai (TTP) oleh Sekertaris Daerah (Sekda), Muabdin Hi Rajab.
Aksi protes PNS ini menuntut tunjangan mereka selama lima bulan segera dibayarkan, mereka yang kesal meminta gubernur Abdul Gani Kasuba segera mencopot Muabdin Rajab dari jabatannya sebagai Sekda karena dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya.
"Kalau kondisinya terus seperti ini, maka gubernur perlu meninjau ulang kinerja Sekda yang tidak mampu mengontrol dan membenahi kinerja Pemprov. Bila perlu Sekda dicopot dari jabatannya," kata PNS di lantai I kantor gubernur, Senin (31/10).
Para pemrotes ini mengaku kecewa karena Sekda tak memperjuangkan hak mereka untuk mendapatkan tunjangan, tapi kejra Muabin hanyalah bolak-balik Ternate-Jakarta. “Kita tidak tahu alasa apa sehingga Pemprov belum juga membayarkan TTP kami sudah lima bulan. Kami sudah tanyakan kepada pimpinan SKPD kami masing-masing, namun belum ada kejelasan dari Sekda sehingga hak kami tidak dibayarkan,” ujar PNS lagi.
Mereka juga menyangkan kinerja Sekda yang satu ini tidak seperti Sekda-sekda sebelumnya yang selalu memperjuangkan hak pegawai. Masalah sudah seperti ini, Muabdin hanya duduk manis dan tidak mau memikirkan nasib para pegawainya. Kalau tidak mampuh kerja sebaiknya mundur saja dari jabatan Sekda, Pasalnya, jabatan Sekda memiliki tanggungjawab untuk memperjuangkan hak PNS, apalagi Muabdin adalah Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) namun tidak mampu berbuat banyak.
Tak pelak, gubernur Abdul Gani Kasuba menjadi sasaran kemarahan PNS. Mereka menilai, keterlambatan pembayaran TTP itu terjadi gara-gara Abdul Gani Kasuba menjadi gubernur. “Kenapa tunjangan kami sudah lima bulan tak dibayarkan? Ini tidak adil. Gubernur kok taunya hanya motong-motong tunjangan PNS. Beresin dulu kerja Sekda, jangan malah PNS yang disiksa,” teriak PNS.

“Kita minta gubernur untuk mencari Sekda yang memiliki integritas dan komitmen untuk meminimaliris masalah, jangan membuat masalah yang dapat merugikan PNS,” pinta mereka. Sementara Sekda Muabidn Rajab saat di konfirmasi di kantor gubenur usai upacara Sumpah Pemuda tidak melayani pertanyaan wartawan dan berusaha menghindar, bahkan ditemui diruang kerjanya beralasan banyak tamu. ”Saya banyak tamu,” ungkap Sekda kepada salah satu stafnya. Sesuai data yang diperoleh, jumlah PNS penerima TTP sebanyak 4 ribu yang belum dibayarkan lima bulan, jika  dikalikan tiap bulan tiap PNS/Rp 2 juta maka totalnya sebasar Rp 40 miliar. (ces)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »