SOFIFI-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah
memprogramkan berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur PUPR untuk
mendukung pengembangan Kota Baru Publik Sofifi, Maluku Utara pada 2018.
Pembangunan infrastruktur yang dimaksud diantaranya seperti pembangunan
perumahan, embung, drainase, pengaman garis pantai dan lainnya.
Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rido Matari dalam seminar dan sharing
session “Percepatan Pembangunan Kota Sofifi” di Kota Sofifi, Maluku
Utara, Rabu (9/11) mengatakan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Sofifi merupakan satu dari 10 kota
baru publik yang dicanangkan untuk berkembang.
Ia berharap agar Kota Baru Publik Sofifi dapat cepat berkembang
menjadi ibu kota Provinsi Maluku Utara yang ideal. “Untuk itu perlu
komitmen bersama dari para pemangku kepentingan, agar harapan Kota Baru
Publik Sofifi berkembang dapat terwujud,” ujarnya.
Menurutnya, dalam membangun perkotaan, perlu memegang prinsip Cerdas
Berkelanjutan. Cerdas dalam menjalankan pembangunan yang efektif,
efisien, serta dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam era teknologi.
“Berkelanjutan, dalam mewujudkan kawasan yang nyaman, layak huni sampai
generasi mendatang,” kata Rido.
Rido menyampaikan bahwa untuk mendukung pengembangan Kota Baru Publik
Sofifi, Kementerian PUPR pada 2018 telah memprogramkan berbagai
kegiatan pembangunan infrastruktur PUPR.
Beberapa pembangunan infrastruktur tersebut diantaranya, seperti
pembangunan gedung pengeolahan hasil perkebunan Desa Galala dan Bukit
Durian. Kemudian pembangunan drainase lingkungan, pembangunan perumahan
dan rumah susun sewa (rusunawa) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Selain itu, ada pembangunan embung jaya di Desa Sofifi, pembangunan
sarana mandi, cuci, kakus (MCK) di Kecamatan Oba Utara, penyediaan pipa
saluran air bersih desa, peningkatan jaringan jalan menuju Pelabuhan
Pengumpul Sofifi. Lalu, ada juga program pencegahan dan peningkatan
terhadap kawasan pemukiman kumuh, pembangunan perumahan swadaya dan
pembangunan rumah khusus nelayan.
Selanjutnya, ada juga program pembangunan kontruksi break water atau
pengamanan garis Pantai Guraping, pembangunan sumur bor di Kecamatan
Bukit Duri, pembangunan rusunawa mahasiswa Universitas Hairun,
pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), program
pembangunan Sistem Penyediaan air Minum (SPAM) Kota Sofifi serta
pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kaiyasa.
Rido juga berhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara dapat
menggandeng kalangan swasta untuk sama-sama membangun Kota Baru Sofifi,
agar manfaat pembangunan dapat cepat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba menyampaikan bahwa Pemprov
Maluku Utara akan melakukan langkah-langkah strategis demi mendukung
percepatan pengembangan Kota Baru Publik Sofifi. “Seperti mengupayakan
terbentuknya Perda RTRW Kota Baru Publik Sofifi,” katanya.
Lalu meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait
pengembangan Sofifi. Termasuk, koordinasi dengan pemangku kepentingan
di tingkat pemerintah pusat. “Termasuk melibatkan swasta untuk sama-sama
mengembangkan Sofifi,” katanya.
Seminar yang dibuka langsung Gubernur Maluku Utara tersebut
menghadirkan sejumlah nara sumber, yakni Kepala BPIW Kementerian PUPR
Rido Matari Ichwan, Ekonom Unversitas Gajah Mada Mudrajad Kuncoro,
Direktur Tata Ruang Kementeraian Perencanaan Pembangunan
Nasional/Bappenas Uke M Husein, serta perwakilan Kementerian
Perhubungan. (btk)
