Kemenag Halmahera Tengah Workshop Multikultural dan Dialog Lintas Agama

Diposting oleh On Thursday, November 17, 2016 with No comments

ilustrasi
WEDA-Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Halamahera Tengah menggelar workshop Pembinaan Wawasan Multikultural dan Dialog Lintas Agama yang dilaksanakan selama dua hari yakni 16-17 November 2016 bertempat di aula Penginapan Weda Puri Weda.
Kegiatan ini diikuti kepala kantor urusan agama kecamatan lingkungan Halmahera Tengah, pemerintah desa, tokoh lintas agama baik Islam maupun Kristen dan tokoh pemuda dengan menghadirkan nara sumber unsur Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Provinsi Maluku Utara  Drs. Hi. Usman Muhamad, M.Pd.I dan Pdt. Yohanis Titaley, S.Th.
Selain dua narasumber itu, Kepala Kantor Kementeian Agama Halmahera Tengah, Kapolres Halmahera Tengah, Kepala Bagian Kesra Halmahera Tengah dan akademisi DR. H. Kasman H. Ahmad S.Ag, M.Pd.
Kepala kantor Kementerian Agama Halmahera Tengah Drs. H. Idris, Msi dalam sambutan pembukaan mengatakan, kegiatan ini penting kerena dua alasan yakni peserta kegiatan ini adalah para tokoh agama yang memiliki peran strategis dalam penciptaan dan pemeliharaan kerukunan ummat beragama dilingkungan masing-masing, dan salah satu targetnya adalah kesamaan visi antar tokoh lintas agama dalam peningkatan wawasan multikulturalisme.
Mantan Kabid Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Malut ini mengatakan, materi yang disampaikan terkait dengan dinamika dan nuansa politik yang berkembang saat ini dan keinginan akan kedamaian dan ketentraman, maka  peran tokoh agama menjadi perhatian untuk menciptakan kerukunan dan kebersamaan.
Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama dalam upaya meminimalisir penyimpangan ajaran agama memprogramkan peningkatan kualitas kehidupan beragama dalam berbagai aspek. Diantaranya dalam bentuk kegiatan workshop dan dialog lintas agama ini yang diharapkan dapat mencapai tujuan yakni memperlancar komunikasi antara pimpinan ormas dan tokoh Agama di daerah ini.
Selain itu, menumbuhkan saling pengertian (tasamuh) dan sikap saling menghargai serta mempercayai diantara tokoh agama, menyatukan visi dan misi bersama para tokoh agama dalam pembinaan ummat dan peningkatan kerja sama untuk menanggulangi masalah keummatan seperti kemiskinan dan kebodohan serta menginventarisasi kearifan lokal yang mendukung kerukunan antar ummat beragama dan mengidentifikasi faktot-faktor yang menghambat upaya pemeliharaan kerukunan ummat beragama di Halmahera Tengah. (hrn)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »