![]() |
| Bupati-Wakil-Bupati-Raja-Ampat-Abdul-Faris-Umlati, SE-dan-Imanuel-Urbinas, S.PiM, Si-disambut-dengan-tarian-adat-di-Bandara-Rendani-Manokwari
TERNATE-Pemilihan gubernur Maluku Utara 2018 mendatang bakal seru, lantaran sejumlah bupati dan walikota menyatakan siap maju kursi nomor 1 Maluku Utara. sebelumnya, walikota Tidore, Capten Ali Ibrahim menyatakan siap maju calon gubernur, di negeri tetangga, putra daerah kini menjadi bupati Raja Ampat, Papua Barat Abdul Faris Umlati (AFU) menyatakan akan maju bertarung dalam pemilihan gubernur Maluku Utara 2018.
Meski demikian menurutnya, apabila partai Demokrat mempercayakan, maka AFU siap. “Kalau partai memberikan perintah saya siap maju 01 Maluku Utara. Sebagai kaders partai, kita siap jalankan tugas,” ujar Abdul Faris Umlati yang dihubungi melalui telepon, Minggu (6/11).
Dikatakan, jika partai menginginkan maka tidak ada kata menolak bertarung dengan kandidat lain. Selain partai, Abdul Faris menyatakan akan melihat respon masyarakat, apakah mendukung atau tidak sebab masyarakat menjadi penentu kemenangan. "Kalau masyarakat sudah meminta maju, tentu akan jadi perhatian kita. Tapi kita juga masih mau menuntaskan program, karena di Raja Ampat banyak pekerjaan rumah. Jadi program kita belum selesaikan 100 persen," katanya.
Pria yang kini menjadi ketua Demokrat Raja Ampat ini mengatakan, ia dan wakilnya, Manuel Piter Urbinas akan fokus menuntaskan program yang sudah dijanjikan. Soal pencalonan gubernur Maluku Utara akan dipikirkan, sebab masih menunggu restu partai dan respon masyarakat Maluku Utara.
Sementara Direktur Eksekutif AFU Center, Muliansyah Abdurrahman menyatakan, pihaknya saat ini terus melakukan konsolidasi. Salah satunya mendirikan posko-posko pemenangan di beberapa kabupaten/kota di Maluku Utara. "Dalam waktu dekat kami akan dirikan posko pemenang di Maluku Utara,” ujarnya. Muliansyah menambahkan, posko induk hanya satu, karena disetiap kecamatan akan dibentuk posko yang sama.
Diketahui, Abdul Faris Umlati berasal dari Pulau Gebe kabupaten Halmahera Tengah. Ayahnya asli Pulau Gebe, sementara ibunya berasal dari Tidore. Mereka menetap di Kepulauan Raja, namun jiwa dan raga tetap kental dengan Fagogoru. (edx)
|
Next
« Prev Post Previous
Next Post »
« Prev Post Previous
Next Post »
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
