![]() |
| ilustrasi |
WEDA-Tim pasangan bupati dan wakil bupati Era Fagogoru, Edy Langkara dan Abdurrahim Odeyani sudah memiliki firasat, bahwa sidang sengketa Pilkada Halmahera Tengah akan berakhir dengan putusan mengabulkan permohonan pemohon, Muttiara-Berkah. Sebab itu, sebelum putusan, Tim Elang-Rahim mengumpulkan koin peduli Panwaslih.
Koin yang dikumpulkan Tim Elang-Rahim langsung dibawa ke sekretariat Panwas oleh Nurhayati Rais mewakili tim pendukung untuk menyerahkan. Namun disana, selain tiga anggota Panwas yakni Ubadi Abdulhalim, Iswadi Saleh dan Yusuf Haruna, juga anggota Bawaslu Maluku Utara, Muksin Amrin.
Muksin dihadapan Nurhayati Rais mengatakan, selaku lembaga independen tidak bisa terpengaruh dengan sikap politik apapun, dan tetap pada jalur dan koridor perundang- undangan. Penyelenggara dilarang menerima apapun, apalagi berkaitan dengan uang. “Kami tidak bisa menerima koin ini, sebab Panwaslih merupakan lembaga independent dilarang menerima apapun apalagi dalam bentuk uang, baik secara intitusi maupun pribadi karena tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar Muksin kepada Nurhayati. Nurhayati Rais pun langsung meninggalkan sekretariat Panwaslih dengan membawa kotak koin itu.
Sementara calon bupati Halmahera Tengah Edy Langkara menyebut, politik Pilkada Halmahera Tengah saat ini terjun bebas. Ia meminta kepada pendukung dan simpatisan, bahwa perjuangan pilkada dengan segala dinamika, secara kasat mata merupakan upaya menegakkan sistem dan norma hukum yang berlaku, bukan sebuah keniscayaan yang ditopang dengan kepentingan sesaat. Lebih dari itu, ini merupakan sebuah ijtihat politik untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.
“Disini letak dimensi edukasi, sehingga siapa pun warga negara Indonesia senantiasa taat asas dan tunduk pada hukum yang berlaku,” ujar Edy melalui akun facebook, Elang Halmahera. Meski demikian menurutnya, semua itu bukan akhir dari segalanya, bukan pula sebuah kegagalan dan takut pada rival politik.
Menurutnya, keptusan Panwas tanggal 5 November 2016 merupakan awal dari episode panjang yang akan dilalui bersama. Disana telah dipertontonkan tirai demokrasi yang dinamakan, demokrasi terjun bebas. Kepada semua pihak, termasuk tim pendukung dan simpatisan Edy menegaskan, siap menghadapi segalanya.
Ia meminta, semua menanamkan keyakinan, bahwa ini merupakan awal tonggak perjuangan untuk mengembalikan tatanan Fagogoru yang lebih paripurna dan bermartabat. “Kita akan meraih cita-cita bersama yang maha agung menyongsong kemenangan hari esok. Berbagai indikator kemenangan kita sedang tumbuh dan berkmbang diseluruh penjuru Halmahera Tengah, trend kita semakin baik,” katanya.
Edy berpesan, jangan menyesali sikap penyelenggara yang tidak konsisten terhadap nilai dan sistem yang berlaku. Biarlah sejarah yang menilai semuanya, namun yang paling penting menurutnya, teguhkan keyakinan. Bahwa pengalaman hari ini merupakan guru yang berharga untuk lebih waspada dan berikhtiar. “Mari bersama lawan tipx, kuatkan barisan Fagogoru untuk meraih kemenangan tanggal 15 Februari 2017,” seru Edy. (rdx/hrn)
