![]() |
| Ilustrasi |
TERNATE-Polisi Kehutanan
Balai Konservasi Wilayah I Maluku Utara, intensif mengantisipasi maraknya
pembalakan liar di 10 kabupaten/kota dengan membentuk tim patroli penertiban. "Tim patroli penertiban kayu illegal
logging terbentuk sudah sebulan dengan mengawasi di titik yang dianggap rawan
masuknya kayu ilegal yakni sejumlah pelabuhan," kata Kepala Tim Patroli
Polhut Balai Konservasi Wilayah I Maluku Utara Anwar Ibrahim, Senin (31/10).
Patroli penertiban, awalnya difokuskan
terhadap satwa liar yakni burung. Namun karena maraknya peredaran kayu ilegal
sehingga difokuskan juga terhadap kayu olahan. Bahkan, operasi penertiban ini
berjalan rutin karena dari operasi dilakukan dalam sebulan berhasil membongkar
10 kasus.
Menurutnya, temuan tersebut nantinya
diadakan tindakan awal yakni pendekatan persuasif/pembinaan. Hasil temuan
operasi dalam satu bulan total temuan kayu ada 100 kubik, namun yang
dikembalikan sehingga tersisa 29 kubik.
Jenis kayu yang berhasil diamankan
adalah rimba campuran yakni jenis matoa, nyato dan benuang. Kayu besi hingga
saat ini belum ditemukan. Menyangkut pemberantasan illegal logging semua
komponen, masyarakat diwajibkan berpartisipasi.
"Polhut yang ada di Maluku Utara
dengan tenaga terbatas hanya enam orang yang patroli dari 10 kabupaten/kota.
Jadi, semua pihak berkewajiban menindak pelaku kejahatan itu. Apabila ada oknum
yang sengaja membantu kayu ilegal, maka sesegera mungkin melaporkan ke
Polhut," tandasnya. (zsm)
