Masyarakat Somahode Tolak Pabrik Semen Tonasa

Diposting oleh On Tuesday, October 25, 2016 with No comments

SOFIFI-Rencana pembangunan pabrik semen Tonasa yang peletakkan batu pertama, Senin (24/10) diwarnai kericuhan. Masyarakat Somahode menghadang mobil dinas gubernur Abdul Gani Kasuba dan Wali Kota Tidore Kepulauan, Capten Ali Ibrahim mencegah masuk dalam areal PT. Semen Tonasa.
Perseoalan yang menyebabkan masyarakat menolak pembangunan pabrik semen itu lantaran, lokasi itu masih dalam sengketa tapal batas antara desa Somahode dan desa Oba belum selesai. Masyarakat Somahode mengklaim, lahan pembangunan pabrik semen Tonasa masih berada di wilayah desa Somahode. Sebab itu, warga menghadang mobil gubernur dan wali kota untuk meminta penjelasan. Sebab lahan tersebut terindikasi diperjual belikan tanpa sepengetahuan pemilik.
Wali Kota Tidore Kepulauan, Capten Ali Ibrahim mengatakan, Pemda sudah memproses penyelesaian sengketa lahan yang menjadi penghambat. Ia meminta masyarakat bersabar sebab dalam waktu dekat sudah ada penyelesaian. Ali mengaku, belum mengetahui persis keputusan lahan itu berada di desa mana, namun ia berjanji akan ada penyelesaian.
Meski demikian, peletakkan batu pertama pembangunan Grounbreaking Packing Plant PT. Semen Tonasa di desa Oba Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan tetap dilaksanakan. Selain dihadiri gubernur dan wali kota Tidore Kepulauan, Direktur PT. Semen Tonasa Gatot Gustyaeji dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Maluku Utara.
Gubernur dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya packing plant di daerah ini, maka harga semen di Maluku Utara akan terjangkau oleh masyarakat. "Saya senang adanya packing plant di Maluku Utara, selaku gubernur saya berterima kasih kepada PT. Semen Tonasa yang berinvestasi di daerah ini," kata gubernur.
Menurut Direktur PT. Semen Tonasa, Gatot Kustyadji menguraikan latar belakang pembangunan packing plant di Maluku Utara, karena trend pasar Maluku Utara demand semen rata-rata meningkat sekitar 196.000 per tahun. Pada 2015 katanya, komsumsi mencapai 243. 324 ton per tahun. Sementara sampai bulan September 2016 sudah tersuplay sekitar 214.785 ton dengan pertumbuhan demand rata-rata 14,1 persen per tahun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Sementara Market Share semen Tonasa sampai September 2016 sekitar  63, 2 persen.
Gatot menjelaskan, tingginya angka pertumbuhan pembangunan infrastruktur membuat permintaan semen tonasa meningkat di provinsi Maluku Utara,  sehingga berpengaruh pada letak geografis daerah Maluku Utara yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan kondisi cuaca menjadi faktor yang selama ini mempengaruhi kelancaran dan stabilitas supplay produk kepada komsumen.  Hal ini menyebabkan hilangnya peluang meningkatkan market share, diakibatkan supplay yang kurang lancar dan biaya distribusi relatif tinggi, karena biaya kapal bag lebih mahal dibanding kapal curah, sehingga menghilangkan peluang meningkatkan margin penjualan.
"Ini penyebab beban packer Biringkassi dan Makassar akan semakin berat, mengingat keterbatasan kapasitas packer saat ini, sementara permintaan menunjukkan trend peningkatan dari tahun ke tahun," katanya. Gatot menjelaskan, tujuan pembangunan packing plant untuk membantu kelancaran pembangunan infrastruktrur yang berkualitas di Kawasan Timur Indonesai (KTI) umumnya dan Maluku Utara khususnya. Menjamin ketersedian produk sesuai kebutuhan pasar, menjamin stabilitas suplay dan kualitas produk dan mempercepat delivery time serta menekan biaya distribusi, jelasnya.
Diakuinya, kapasitas packing plant  ini 300 ribu ton per tahun dengan kapasitas Silo 1x6.000 ton, dengan kapasitas produksi semen bag 2.000 zak per jam dan kapasitas produksi semen curah 120 ton per jam dengan luas lahan kurang lebih 20.000 m2. “Nilai investasi PT. Semen Tonasa sebesar Rp.66 miliar dengan durasi pembangunan gedung 17 bulan, sementara karyawan yang diterima 230 orang dan 20 orang karyawan operasional,” jelasnya. (ces)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »