TOBELO-Bentrok dua
kelompok pemuda kembali terjadi di perempatan jalan Karianga Tobelo
mengakibatkan satu korban menderita luka di kepala dengan enam jahitan,
sedangkan sebuah kios milik Ko Lem di jalan A.R Nada mengakibatkan kerusakan
akibat terkena lemparan batu .
Kejadian yang terjadi sekitar (24/10)
dini hari sekitar pukul 01.50 wit antara kelompok Pemuda jalan baru dan pemuda
desa Gosoma itu berujung saling lempar batu. Data yang dihimpun Seputar Malut,
bahwa sekitar Pukul 01.40 Wit, empat orang pemuda desa Gosoma, Ayub
Budiman(18), Jesen.Jana (16), Is.Sibu (17), dan Fasten Boba (16), pulang dari
acara pesta ulang Tahun di kompleks Marisa Gosoma dihadang di perempatan Jalan
Karianga oleh satu orang (OTK) memakai baju hitam celana loreng potong.
Kemudian OTK menahan empat pemuda
tersebut lalu memeriksa pada bagian pinggang dan menanyakan apakah membawa
barang tajam/pisau, namun mereka tidak terima tindakan OTK tersebut sehingga
terjadi perkelahian dan saat itu, OTK memukul Is Sibu dengan bambu di bagian
leher.
Setelah dipukul, keempat pemuda Gosoma
tersebut langsung melarikan diri dan meminta bantuan Pemuda Desa Gosoma yang
sedang bermain biliard di perempatan jalan A.R Nada Gosoma, mengetahui kejadian
tersebut, kelompok Pemuda yang sedang bermain biliard di perempatan Jln.A.R
Nada, langsung menanggapi keempat pemuda tersebut yang meminta bantuan, menuju
ke lokasi pemukulan di perempatan jalan Karianga.
Sekitar pukul 01.50 wit terjadi saling
lempar batu antar kedua kelompok pemuda Gosoma dan kelompok pemuda kompleks
Jalan Baru yang berlangsung sekitar 10 menit dan saat itu, kedua kelompok
pemuda tersebut memukul tiang listrik sebagai isyarat/kode untuk mengumpul
massa.
Kejadian tak berlangsung lama karena
sekitar pkl 02.00 Wit personil Koramil Tobelo dipimpin Danramil Tobelo Mayor
(Inf) Robi Manuel dan anggota Polres Halut tiba di TKP dan meredam situasi yang
masih ada ketegangan, kemudian memanggil saksi keempat Pemuda Tersebut untuk
dimintai keterangan. Anggota Polres Halut langsung berupaya melerai bentrokkan
tersebut, namun dihadang oleh massa warga Jalan Baru.
Penyelesaian bentrok dua kelompok Pemuda
di ruang data OPS Polres Halut di hadiri oleh Dandim 1508/ Tobelo Letkol Arh
Herwin Budi Saputra, Waka Polres Halut Kompol Robert. A. D Wasia, Danramil
1508-01/Tobelo Mayor Inf Robi Manuel, Kapolsek Tobelo AKP Randir Rakarana, Pasi
Intel Kodim 1508/Tobelo , Lettu Inf Fiqi S.A.Q, Camat Tobelo Aswin Lahiaro,
Kaban Kesbangpol Halut Wenas Rompies, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama,
Babinkantibmas, Perwira Piket Makodim 1508/Tobelo Pelda Suharno, Wakapolres
Halut, Kompol Robert A.D Wasia mengatakan TNI Polri tidak akan berbuat apa-apa
tanpa bantuan dari masyarakat. "Marilah kita saling bekerja sama dalam
rangka membuat daerah ini menjadi aman dan tentram," katanya.
Sementara itu, Dandim Tobelo
Letkol Arh Herwin Budi Saputra menjelaskan pihaknya sudah melakukan
langkah-langlah akan tetapi kejadian ini terulanglagi. "Saat ini kami sudah membuat pos
gabungan, namun berjalannya waktu kejadian seperti ini terulang kembali."
ujarnya.
Dia menambahkan, selaku Dandim tidak
menginginkan di daerah ini terjadi konflik dan berharap daerah Halut ini
menjadi aman dan tentram,sehingga perputaran ekonomi di daerah ini menjadi
maju. Dandim juga mengimbau kepada Kepala Desa dari kedua bela pihak
untuk memerintahkan RT agar menjaga bersama-sama keamanan di Desa
masing-masing. "Kami akan terus
melaksakan patroli keliling,jika terdapat anak-anak muda yang lagi duduk-duduk
dan ada minuman keras maka kami akan mengamankannya," tegasnya
Sedangkan Kaban Kesbang Pol Halut, Wenas
Rompis menyampaikan Pemda Halut akan mendukung terkait pengoprasian kembali Pos
gabungan di perempatan jalan Karianga yang sudah disepakati. Pemda kata Wenas
akan memberikan pendidikan bela negara kepada warga Desa Gamsungi, Gosoma, Gura
dan Rawajaya karena dengan adanya pendidikan bela negara maka ke depan akan
dapat membawa dampak yang baik dan akan mempraktekannya materi yang didapat
kepada masyarakat.
Ridwan Dodo salah satu toko Masyarakat
kopleks jalan Baru mengungkapkan 99 persen terjadinya permasalahan di Halut
karena dampak dari pesta dan Miras. "Kami
meminta kepada Polres Halut melalui IntelKam agar melihat terlebih dahulu
tempat pesta yang dilakukan, jika terjadi suatu pertimbangan maka pihak polisi
harus menjaganya" ujarnya.
Yosep Pinoke, tokoh masyarakat Desa
Gosoma menyatakan terkait pesta jika diberikan ijin maka sudah harus ada
penjagaannya baik dari pihak polres dan TNI. Dia juga menambahkan bahwa selama
ini setiap peristiwa atau masalah yang terjadi sampai saat ini tidak ada pelaku
yang ditangkap.
"Saya menghimbau agar setiap
persoalan agar pelaku di tindaklanjuti, sedangkan, Nar Sunaryo tokoh pemuda
Jalaan Baru mengatakan jika terjadi perkelahian maka isu yang berkembang antara
muslim dan nasrani, padahal kejadian tersebut tidak terkait dengan persoalan
agama tapi persoalan criminal, maka marilah kita semua hilangkan isu-isu
seperti ini," ajaknya.
Yano Mahura, Duta Perdamaian Desa Gura
mengatakan keamanan di ciptakan dari keluarga dan akan meluas sampai di
masyarakat. "Saya menghimbau agar kenangan yang pahit di masa lalu agar
kita buang dari hati kita dan jangan lagi terjadi," pintanya.
Dia meminta kepada Pemda Halut agar
selalu melaksakan sosialisasi/Pendekatan dengan masyarakat untuk menciptakan
keamanan di bumi Hibualamo, karena damai itu indah mari kita ciptakan keamanan
dari diri kita sendiri," ajaknya. (rma)
