Dua Kelompok Pemuda di Tobelo Bentrok

Diposting oleh On Tuesday, October 25, 2016 with No comments

TOBELO-Bentrok dua kelompok pemuda kembali terjadi di perempatan jalan Karianga Tobelo mengakibatkan satu korban menderita luka di kepala dengan enam jahitan, sedangkan sebuah kios milik Ko Lem di jalan A.R Nada mengakibatkan kerusakan akibat terkena lemparan batu .
Kejadian yang terjadi sekitar (24/10) dini hari sekitar pukul 01.50 wit antara kelompok Pemuda jalan baru dan pemuda desa Gosoma itu berujung saling lempar batu. Data yang dihimpun Seputar Malut, bahwa sekitar Pukul 01.40 Wit, empat  orang pemuda desa Gosoma, Ayub Budiman(18), Jesen.Jana (16), Is.Sibu (17), dan Fasten Boba (16), pulang dari acara pesta ulang Tahun di kompleks Marisa Gosoma dihadang di perempatan Jalan Karianga oleh satu orang (OTK) memakai baju hitam celana loreng potong.
Kemudian OTK menahan empat pemuda tersebut lalu memeriksa pada bagian pinggang dan menanyakan apakah membawa barang tajam/pisau, namun mereka tidak terima tindakan OTK tersebut sehingga terjadi perkelahian dan saat itu, OTK memukul Is Sibu dengan bambu di bagian leher.
Setelah dipukul, keempat pemuda Gosoma tersebut langsung melarikan diri dan meminta bantuan Pemuda Desa Gosoma yang sedang bermain biliard di perempatan jalan A.R Nada Gosoma, mengetahui kejadian tersebut, kelompok Pemuda yang sedang bermain biliard di perempatan Jln.A.R Nada, langsung menanggapi keempat pemuda tersebut yang meminta bantuan, menuju ke lokasi pemukulan di perempatan jalan Karianga.
Sekitar pukul 01.50 wit terjadi saling lempar batu antar kedua kelompok pemuda Gosoma dan kelompok pemuda kompleks Jalan Baru yang berlangsung sekitar 10 menit dan saat itu, kedua kelompok pemuda tersebut memukul tiang listrik sebagai isyarat/kode untuk mengumpul massa.
Kejadian tak berlangsung lama karena sekitar pkl 02.00 Wit personil Koramil Tobelo dipimpin Danramil Tobelo Mayor (Inf) Robi Manuel dan anggota Polres Halut tiba di TKP dan meredam situasi yang masih ada ketegangan, kemudian memanggil saksi keempat Pemuda Tersebut untuk dimintai keterangan. Anggota Polres Halut langsung berupaya melerai bentrokkan tersebut, namun dihadang oleh massa warga Jalan Baru.
Penyelesaian bentrok dua kelompok Pemuda di ruang data OPS Polres Halut di hadiri oleh Dandim 1508/ Tobelo Letkol Arh Herwin Budi Saputra, Waka Polres Halut Kompol Robert. A. D Wasia, Danramil 1508-01/Tobelo Mayor Inf Robi Manuel, Kapolsek Tobelo AKP Randir Rakarana, Pasi Intel Kodim 1508/Tobelo , Lettu Inf Fiqi S.A.Q, Camat Tobelo Aswin Lahiaro, Kaban Kesbangpol Halut Wenas Rompies, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Babinkantibmas, Perwira Piket Makodim 1508/Tobelo Pelda Suharno,  Wakapolres Halut, Kompol Robert A.D Wasia mengatakan TNI Polri tidak akan berbuat apa-apa tanpa bantuan dari masyarakat. "Marilah kita saling bekerja sama dalam rangka membuat daerah ini menjadi aman dan tentram," katanya.
Sementara itu,  Dandim Tobelo Letkol Arh Herwin Budi Saputra menjelaskan pihaknya sudah melakukan langkah-langlah akan tetapi kejadian ini terulanglagi.  "Saat ini kami sudah membuat pos gabungan, namun berjalannya waktu kejadian seperti ini terulang kembali." ujarnya.
Dia menambahkan, selaku Dandim tidak menginginkan di daerah ini terjadi konflik dan berharap daerah Halut ini menjadi aman dan tentram,sehingga perputaran ekonomi di daerah ini menjadi maju. Dandim juga mengimbau kepada Kepala Desa dari kedua bela  pihak untuk memerintahkan RT agar menjaga bersama-sama keamanan di Desa masing-masing.  "Kami akan terus melaksakan patroli keliling,jika terdapat anak-anak muda yang lagi duduk-duduk dan ada minuman keras maka kami akan mengamankannya," tegasnya
Sedangkan Kaban Kesbang Pol Halut, Wenas Rompis menyampaikan Pemda Halut akan mendukung terkait pengoprasian kembali Pos gabungan di perempatan jalan Karianga yang sudah disepakati. Pemda kata Wenas akan memberikan pendidikan bela negara kepada warga Desa Gamsungi, Gosoma, Gura dan Rawajaya karena dengan adanya pendidikan bela negara maka ke depan akan dapat membawa dampak yang baik dan akan mempraktekannya materi yang didapat kepada masyarakat.
Ridwan Dodo salah satu toko Masyarakat kopleks jalan Baru mengungkapkan 99 persen terjadinya permasalahan di Halut karena dampak dari pesta dan Miras.  "Kami meminta kepada Polres Halut melalui IntelKam agar melihat terlebih dahulu tempat pesta yang dilakukan, jika terjadi suatu pertimbangan maka pihak polisi harus menjaganya" ujarnya.
Yosep Pinoke, tokoh masyarakat Desa Gosoma menyatakan terkait pesta jika diberikan ijin maka sudah harus ada penjagaannya baik dari pihak polres dan TNI. Dia juga menambahkan bahwa selama ini setiap peristiwa atau masalah yang terjadi sampai saat ini tidak ada pelaku yang ditangkap.
"Saya menghimbau agar setiap persoalan agar pelaku di tindaklanjuti, sedangkan, Nar Sunaryo tokoh pemuda Jalaan Baru mengatakan jika terjadi perkelahian maka isu yang berkembang antara muslim dan nasrani, padahal kejadian tersebut tidak terkait dengan persoalan agama tapi persoalan criminal, maka marilah kita semua hilangkan isu-isu seperti ini," ajaknya.
Yano Mahura, Duta Perdamaian Desa Gura mengatakan keamanan di ciptakan dari keluarga dan akan meluas sampai di masyarakat. "Saya menghimbau agar kenangan yang pahit di masa lalu agar kita buang dari hati kita dan jangan lagi terjadi," pintanya.
Dia meminta kepada Pemda Halut agar selalu melaksakan sosialisasi/Pendekatan dengan masyarakat untuk menciptakan keamanan di bumi Hibualamo, karena damai itu indah mari kita ciptakan keamanan dari diri kita sendiri," ajaknya. (rma)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »