Lima Organisasi ‘Siap Perang’ dengan Pemda Sula

Diposting oleh On Wednesday, October 26, 2016 with No comments

SANANA-Lima organisasi mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Front Pemuda Sula Bersatu (FPSB) yakni HMI, PMII, IMM, KAMMI dan KNPI kabupate Kepulauan Sula menyatakan siap ‘berperang’ dengan Pemda Sula. Mereka menabuh genderang ‘perang’ lantaran, wakil bupati Julfahri Abdullah Duwila tidak bersedia menerima massa yang mengadukan persoalan pemadaman listrik dan pelayanan air bersih oleh PDAM.
Padahal menurut mereka, listrik dan air merupakan kebutuhan dasar yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati dan wakil bupati dianggap melupakan janjinya memperioritaskan listrik dan air bersih. “Bupati dan wakil bukan mengurus kebutuhan masyarakat, malah bupati dan wakil seperti film kartun Tommy and Jerry.
Mereka meminta bupati mengevaluasi Direktur PDAM, bahkan kalau perlu mencopot Yusri Bermawi apabila diberikan waktu tak sanggup melakukan tugasnya. “Kalau wakil bupati gentlemen, keluar hearing dengan kami membahas kepentingan dan kebutuhan masyarakat,” teriak massa aksi.
Meski sebelumnya menolak, akhirnya wakil bupati bersedia menerima perwakilan massa dan hearing diruangannya. Namun hasil hearing mengecewakan, karena massa terlalu lama menunggu di luar ruangan wakil bupati. Karena terlalu, massa akhirnya memutuskan tak menemui wakil bupati dan menyatakan siap berperang dengan pemerintah daerah.
Wakil bupati yang mengetahui perwakilan massa keluar dari ruang tunggu, berusaha menemui mereka, namun massa memilih naik truk dan pulang. Wakil bupati terpaksa mengundang media mengklarifikasi. Menurutnya, massa lama menunggu karena sementara wakil bupati bersama sekda. “Setelah sekda pergi, saya keluar menemui mereka ternyata sudah tidak ada. Mereka harus memahami, karena saat itu saya bersama sekda di ruangan,” ujarnya.
Menurutnya, semua orang, baik mahasiswa maupun masyarakat mempunya hak yang sama mendapatkan pelayanan. Sebab pemerintahan HT-Zadi berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Jangan kan mahasiswa, masyarakat yang datang menutut hak kita layani. Saya bukan tak menerima mereka, tapi bertepatan ada sekda,” katanya meluruskan masalahnya. (sdl)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »