SANANA-Lima organisasi
mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Front Pemuda Sula Bersatu (FPSB)
yakni HMI, PMII, IMM, KAMMI dan KNPI kabupate Kepulauan Sula menyatakan siap
‘berperang’ dengan Pemda Sula. Mereka menabuh genderang ‘perang’ lantaran,
wakil bupati Julfahri Abdullah Duwila tidak bersedia menerima massa yang
mengadukan persoalan pemadaman listrik dan pelayanan air bersih oleh PDAM.
Padahal menurut mereka, listrik dan air
merupakan kebutuhan dasar yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah
daerah. Bupati dan wakil bupati dianggap melupakan janjinya memperioritaskan
listrik dan air bersih. “Bupati dan wakil bukan mengurus kebutuhan masyarakat,
malah bupati dan wakil seperti film kartun Tommy and Jerry.
Mereka meminta bupati mengevaluasi
Direktur PDAM, bahkan kalau perlu mencopot Yusri Bermawi apabila diberikan
waktu tak sanggup melakukan tugasnya. “Kalau wakil bupati gentlemen, keluar
hearing dengan kami membahas kepentingan dan kebutuhan masyarakat,” teriak
massa aksi.
Meski sebelumnya menolak, akhirnya wakil
bupati bersedia menerima perwakilan massa dan hearing diruangannya. Namun hasil
hearing mengecewakan, karena massa terlalu lama menunggu di luar ruangan wakil
bupati. Karena terlalu, massa akhirnya memutuskan tak menemui wakil bupati dan
menyatakan siap berperang dengan pemerintah daerah.
Wakil bupati yang mengetahui perwakilan
massa keluar dari ruang tunggu, berusaha menemui mereka, namun massa memilih
naik truk dan pulang. Wakil bupati terpaksa mengundang media mengklarifikasi.
Menurutnya, massa lama menunggu karena sementara wakil bupati bersama sekda.
“Setelah sekda pergi, saya keluar menemui mereka ternyata sudah tidak ada.
Mereka harus memahami, karena saat itu saya bersama sekda di ruangan,” ujarnya.
Menurutnya, semua orang, baik mahasiswa
maupun masyarakat mempunya hak yang sama mendapatkan pelayanan. Sebab
pemerintahan HT-Zadi berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Jangan
kan mahasiswa, masyarakat yang datang menutut hak kita layani. Saya bukan tak
menerima mereka, tapi bertepatan ada sekda,” katanya meluruskan masalahnya. (sdl)
