Dinas Pasar Ternate Bongkar 9 Kios Pinggir Pantai

Diposting oleh On Saturday, October 15, 2016 with No comments

Ilustrasi
TERNATE-Dinas pasar  (Dipas) Kota Ternate, membongkar 9  kios pedagang dibalakang pasar barito.
Amatan koran ini, Jumat (14/10), 9 kios dibangun mengunakan papan kayu beratap seng itu, rata tanah karena dibongkar petugas pasar selama dua hari. Sejumlah pedagang diduga pemilik kios itu terlihat pasrah sambil mengumpulkan pakean, celana serta berupa barang lain yang tidak sempat dikeluarkan ketika eksekusi pembongkaran.
Seorang pedagang mengatakan, pembongkaran 9 kios itu sudah diketahui sejak awal. Karena dipas menyurati mereka bahwa eksekusi pembongkaran tetap dilaksanakan. Namun dikatakannya, pembokaran itu belum waktunya dilakukan, karena dipas harus mempertimbangkan keberadan mereka sebagai pedangang perantau. “ Kami dari gorontalo,  9 kios ini  ada orang bugis, dan orang sanger. Torang ini, so lama bajual dipasar gamalama,” ujar Ridwan, kepada Seputar Malut.
Pembokaran 9 kios itu, kata Ridwan, terpaksa para pedagang ini mencari tempat kosan untuk tinggal dan menampung barang mereka. Sebab Dipas tidak mengijinkan lagi membangun tempat tinggal seperti semula, tapi diberi ijin berjualan saja.
Lanjut Ridwan, sebagai perantau harus sabar menghadapi cobaan, karena persoalan pembongkaran kios seperti itu berulang kali, ketika berprofesi sebagai pedagang Gamalama, “  so banyak dipas bongkar kios seperti ini.  Sebagai perantau, ya torang sabar hadapi saja,” katanya.
Kepala Dinas Pasar, Nuryadin Rahman, mengatakan pembongkaran 9 kios itu, masuk zona larangan dibalakang pasar barito. Menurutnya, zona itu merupakan akses jalan menghubungkan pasar kuliner tanda putih dibelakang Jati Land. Karena itu, demi kepentingan pembangunan jalan, maka dibongkar. Sebab rencana bulan ini, diperlebar serta diaspal oleh dinas pekerjaan umum (PU). Keberadaan 9 kios itu, lanjut Nuryadin, dua diantaranya diduga selama ini, menjadi tempat peredaran minum keras (miras,) ditambah isu peredaan daging babi yang menyebar ke masyarakat sehingga dipas bertindak mengeluarkan surat resmi pembongkaran tanggal 9 oktober lalu.
Menurutnya, pembongkaran itu melalui hasil rapat yang disepakati beberapa stekholder Kota Ternate, serta melibatkan pihak keamanan, maka tanggal 12 dan 13 kemarin, akhirnya dibongkar. ” sebelumnya kami beri waktu beberapa hari kepada pedagang untuk mengkosongkan tempat itu. Para pedagang itu, tetap berjualan, tapi tidak dijinkan lagi membangun, karena sambil menunggu pembangunan pasar barito tahap dua yang sedang berjalan, nanti mereka akan ditampung kesitu,” paparnya. (san) 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »