Panwas Pantau Serangan Fajar Jelang Pencoblosan

Diposting oleh On Monday, November 30, 2015



TERNATE-Ketua Panitia Pengawas Pemilhan Umum (Panwaslu) Kota Ternate, M. Zen A. Karim mengungkapkan, akan melaksanakan Bimtek PPL dan Pengawas TPS sekaligus pelantikan di Hotel Ayu Lestari pada Sabtu dan Minggu akhir pekan lalu. Peserta yang ikut bintek sebanyak 77 anggota, dan 295 pengawas TPS.
Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres untuk pemangatangan pendistribusian logistic  dan pengamanan hari pungut hitung. Dalam bimbingan teknis katanya, ada beberapa hal-hal yang bicarakan. Diantaranya, antisipasi distribusi logistik dan serangan fajar. Karena isu berkembang dalam bimtek paling dipertegas adalah serangan fajar. menurutnya, ada temuan serangan fajar atau politik uang. Apabila terbukti terjadi serangan fajar dan politik uang langsung diseret ke polisi. Hal lainnya, penyalahgunaan undangan dan surat suara. Pihaknya juga akan memastikan form-form yang digunakan harus sesuai. Kalaupun ada kelebihan, harus dibuat berita acara, agar tidak tejadi manipulasi data. Karena pemilu sebelumnya sudah pernah terjadi. "Bahkan di Hiri dan Moti Pileg lalu terjadi perubahan form C yang luar biasa," ungkapnya.

Dalam pembekalan, Panwas mempertegas agar Pilkada kota Ternate tidak diselesaikan pada Mahkamah Konstitusi (MK). "Ini adalah hajatan kota Ternate, maka pengambilan keputusan ada di masyarakat kota Ternate, bukan di hakim MK," tandasnya.
Panwas dan jajaran paling bawah dituntut mampu meneyelesaikan masalah ketika pada saat pemungutan dan perhitungan suara. Karena pembakalan dilakukan untuk menginfentifikasi titik rawan konflik yang terjadi maupun terulang. Selain mengawasi TPS, mereka juga diinstruksikan mengawal serangan fajar," tegasnya.
Sementara untuk Panwascam, berdasarkan pengalaman Pileg, sering terjadi rawan konflik hasil sehingga pihaknya menekankan tidak terjadi pada Pilkada. Banyak pemilih-pemilih siluman yang muncul. “Dalam waktu dekat kita akan koordinasi dengan pemerintah dan KPU untuk rapat bersama menentukan DPT b II," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan meminta penjelasan DPT b II lebih kongkrit terkait dengan syarat-syarat untuk dipenuhi pemilihan. Tujuannya untuk minta keterangan lain, selain KTP, KK dan pasword. "Takutnya jangan sampai lurah mengeluarkan keterangan pada hari pemilihan," tandasnya. (jun)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »