BATAM-Badan SAR Nasional (Basarnas) Ternate, Maluku Utara akan mendapat bantuan
satu armada kapal negara (KN) sepanjang 40 meter. Kapal yang di PT Palindo
Marine, kawasan galangan kapal Seilekop, Kecamatan Sagulung, Kota Batam,
Kepulauan Riau itu, memiliki keunggulan kecepatan yang tinggi.
Kapal yang bakal diterima Basarnas
Ternate bernama KN Pandudewanata, Kamis (13/10) telah diluncurkan di PT Palindo
Marine Batam. Selain Ternate, Basarnas satu armada kapal yang sama di tempatkan
di Sorong, Papua bernama KN Baladewa. Kapal bantuan ini akan difungsikan untuk
mengawasi perairan Indonesia Timur.
Kepala Basarnas Marsdya FH Bambang Soelistyo
mengatakan, peluncuran dua unit kapal untuk menambah bagian kemampuan dan
kekuatan Basarnas. Tuntutan kerja Basarnas semakin banyak dan dinamis karena
pergerakan manusia dan barang kian padat, dan ancaman musibah juga meningkat.
Bambang menyampaikan, di Ternate umumnya
masyarakat bekerja sebagai nelayan. Kedalaman laut di sana mulai dari 2.000
sampai 3.000 meter. Begitu juga di Sorong, ditambah dengan adanya pariwisata.
"Untuk menjawab kebutuhan operasi kepada rakyat kita di Indonesia Timur,
Basarnas harus mengimbanginya," ujarnya.
Bambang mengatakan, untuk alat utama
sedang mencanangkan dengan sistem modernisasi, penambahan kekuatan kapal,
menggantikan kapal yang sudah tidak efektif lagi. Saat ini kapal Basarnas ada
sekitar 60 unit kapal dari berbagai ukuran. Kapal Basarnas akan distandarkan
menjadi 40 meter. Untuk sekarang ini ada 34 Kantor Basarnas di Indonesia,
sementara kebutuhan kapal untuk menjangkau Indonesia sebanyak 100 unit kapal.
"Idealnya setiap Kantor Basarnas harus memiliki dua unit kapal,"
katanya.
Basarnas akan terus berusaha menambah
kekuatan dan kemampuan secara bertahap ke depannya untuk memenuhi kebutuhan
operasi. Ia juga akan meningkatkan kerja sama dengan TNI dan Polri, pemerintah
daerah, dalam mengatasi musibah yang terjadi di tengah masyarakat.
"Basarnas tidak bisa bekerja sendiri. Empat komponen ini yakni Basarnas,
TNI dan Polri, serta potensi masyarakat dalam standar SAR harus
ditingkatkan," ujarnya.
Penabalan nama tokoh wayang pada kedua
kapal baru tersebut tujuannya agar dapat menginspirasi kru kapal dalam
bertugas. Rencana pembangunan kapal ke depan akan banyak nama-nama wayang kapal
yang akan dibangun. "Kedua nama ini sangat terkenal dengan dunia wayang,
bangsa kita masih perlu meneladani tokoh-tokoh budaya. Penting memberikan
inspirasi bagi awak kapal saat bertugas," ucapnya.
Selain itu, kata Bambang, pembangunan
kapal ini juga dikerjakan oleh anak-anak bangsa. Ia berharap, galangan kapal
yang ada Indonesia, khususnya di Batam terus meningkat, semua kualitas harus memenuhi
kebutuhan pemesanan. Selama ini Basarnas selalu memesan kapal di PT Palindo
Marine karena sudah memenuhi standar operasional.
Dua kapal baru Basarnas tersebut
panjangnya 40 meter, lebar 7,5 meter, dan tinggi 3,5 meter. Kecepatannya
mencapai 29 knot, bahan kapal alumunium, dilengkapi peralatan navigasi dan
komunikasi, pakai mesin bantu, kru kapal 23 orang, tiga mesin MAN dari Jerman,
kedua kapal dengan pengerjaan selama 10 bulan.
Direktur PT Palindo
Marine Charles Wirawan mengucapkan terima kasih kepada Basarnas atas
kepercayaan yang diberikan untuk membangun kedua kapal tersebut. Ia meminta ke
depannya kerja sama terus berlanjut dan ditingkatkan lagi. Kedua kapal ini
diharapkan dapat membantu meringankan tugas Basarnas. "Hari ini telah siap
diluncurkan pertama kali ke laut. Kami sangat berterima kasih kepada Basarnas
atas kepercayaan dalam pembangunan kapal ini," ucap Charles. (okz)
