TERNATE-Jika tidak ada
aral melintang, mulai 2017 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR) melalui Balai Jembatan Maluku dan Maluku Utara akan melakukan survey pembangunan
jembatan Ternate-Maitara dan Tidore (Temadore) yang menghubungkan Ternate,
Tidore dan Sofifi, daratan Halmahera.
“Balai jembatan Maluku dan Maluku Utara
bakal melakukan pra survey jembatan Ternate-Maitara dan Tidore 2017 mendatang,”
ungkap Ketua DPRD Kota Ternate, Merlisa saat dihubungi melalui telepon seluler
di Jakarta, Selasa (11/10). Merlisa mengaku mengetahui itu setelah bersama
Wakil Ketua II DPRD, H. Djadid Ali dan anggota Komisi II yang membidangi
Perekonomian dan Keuangan DPRD Ternate memenuhi undangan Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
Dikatakan, pra survey jembatan Temadore itu
setelah DPRD Kota Tidore dan DPRD Kota Ternate sebagai representasi masyarakat dua
kota itu diundang Kementerian Pekewrjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk diminta
pendapatan dan tanggapan atas rencana tersebut. “Masyarakat mendukung rencana
pembangunan jembatang yang menghubungkan tiga tiga kota yaitu Kota Ternate,
Tidore dan Sofifi dengan titik singgung Pulau Maitara yang terpampang dalam
uang nominal Rp 1000 itu,” ucapnya.
Merlisa
mengatakan, jika hasil pra survey
memungkinkan maka pemerintah akan rencana memulai pembangunan jembatan
Temadore.
Jembatan A-B (Ternate-Maitara) sepanjang 2.213 meter dan jembatan C-D
(Maitara-Tidore) sepanjang 730 meter. ”Pembangunan jembatan ini
untuk memperlancar arus manusia, kendaraan dan barang dalam meningkatkan
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan menggenjot sektor-sektor
strategis
sehingga mampu memberi kontribusi signifikan pertumbuhan ekonomi,”
paparnya.
Jika pembangunan jembatan
Ternate-Maitara-Tidore terealisir maka daerah ini akan maju mengingatkan
masyarakat mengimpikan seperti jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya
dan Madura, Jawa Timur sekitar 5 Km atau
jembatan Merah Putih yang menghubungkan Galala dan Poka Ambon. (dbs)