Rumah Dinas Walikota Ternate Jadi Tempat Mesum

Diposting oleh On Wednesday, October 12, 2016 with No comments

Ilustrasi
TERNATE-Keberadaan rumah dinas walikota Ternate di lingkungan Kalumata Puncak Ternate Selatan, membuat resah warga. Sebab bangunan mewah yang dikenal sebutan 'gedung putih' yang dibangun dengan anggaran miliar rupiah yang bersumber dari APBD lewat Dinas Pekerjaan Umum diduga kerap digunakan menjadi tempat maksiat.
Menurut informasi, gedung putih yang telah berdiri sejak tujuh tahun lalu itu, saat ini diungsikan untuk hal-hal yang tidak baik dan meresahkan warga, akibat sejumlah orang yang memanfaatkan sebagai tempat maksiat. Selain itu, pihak terkait tidak pernah menjaga bangunan tersebut dari aktivitas maksiat.  “Kami tak menyangka bangunan itu akan dibiarkan begitu saja setelah selesai dibangun. Jangankan dirawat, digunakan sebagai tempat maksiatpun malah dibiarkan,” sesal salah seorang warga, Mahmud yang didampingi warga Kalumata lain, Selasa (11/10).
Akibat terus bertambahnya orang yang memanfaatkan gedung putih sebagai tempat maksiat katanya, warga Kalumata saat ini sudah mulai gerah. Bahkan tidak sedikit warga yang akan mengambil tindakan dengan cara mereka sendiri. “Untuk menghindari aksi warga, kami mendesak pihak berkompeten segera mengambil langkah agar rumah dinas yang sudah lama dibiarkan itu tidak dijadikan tempat maksiat,” katanya.
Mahmud menyayangkan sikap walikota Burhan Abdurahman tidak mau menempati rumah dinas ini. Dia mengatakan, selaku masyarakat kota Ternate prihatin dengan kondisi rumah dinas walikota. ”Bangunan ini kan dari uang rakyat, masya hasil dari uang rakyat dibiarkan seperti ini, mendingan dibangun mesjid atau pantai asuhan supaya ada manfaat,” pinta dia.
Amatan koran ini, rumah dinas walikota sudah berlumut, dinding bagian selatan retak, beberapa pot bunga yang berjejer bagian depan dan sebelah timur sudah pecah. Atap sengnya sudah berkarat serta temboknya punya mulai retak. Bahkan rumah mewah ini sering digunakan pekerja galian C sebagai tempat istirahat dan tempat memarkirkan kendaraan mereka. “Bangunan ini tidak di tempati walikota, alasanya sempit dan belum lagi fasilitas pendukungnya tidak memadai jadi walikota sementara tinggal di rumah pribadinya.” ungkap Mahmud. (rdx)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »