![]() |
| Ilustrasi |
TERNATE-Keberadaan
rumah dinas walikota Ternate di lingkungan Kalumata Puncak Ternate Selatan,
membuat resah warga. Sebab bangunan mewah yang dikenal sebutan 'gedung putih'
yang dibangun dengan anggaran miliar rupiah yang bersumber dari APBD lewat Dinas
Pekerjaan Umum diduga kerap digunakan menjadi tempat maksiat.
Menurut
informasi, gedung putih yang telah berdiri sejak tujuh tahun lalu itu, saat ini
diungsikan untuk hal-hal yang tidak baik dan meresahkan warga, akibat sejumlah
orang yang memanfaatkan sebagai tempat maksiat. Selain itu, pihak terkait tidak
pernah menjaga bangunan tersebut dari aktivitas maksiat. “Kami tak menyangka bangunan itu akan
dibiarkan begitu saja setelah selesai dibangun. Jangankan dirawat, digunakan
sebagai tempat maksiatpun malah dibiarkan,” sesal salah seorang warga, Mahmud yang
didampingi warga Kalumata lain, Selasa (11/10).
Akibat
terus bertambahnya orang yang memanfaatkan gedung putih sebagai tempat maksiat
katanya, warga Kalumata saat ini sudah mulai gerah. Bahkan tidak sedikit warga
yang akan mengambil tindakan dengan cara mereka sendiri. “Untuk menghindari
aksi warga, kami mendesak pihak berkompeten segera mengambil langkah agar rumah
dinas yang sudah lama dibiarkan itu tidak dijadikan tempat maksiat,” katanya.
Mahmud
menyayangkan
sikap walikota Burhan Abdurahman tidak mau menempati rumah dinas ini. Dia mengatakan,
selaku masyarakat kota Ternate prihatin dengan kondisi rumah dinas walikota.
”Bangunan ini kan dari uang rakyat, masya hasil dari uang rakyat dibiarkan
seperti ini, mendingan dibangun mesjid atau pantai asuhan supaya ada manfaat,”
pinta dia.
Amatan koran ini, rumah dinas walikota
sudah berlumut, dinding bagian selatan retak, beberapa pot bunga yang berjejer
bagian depan dan sebelah timur sudah pecah. Atap sengnya sudah berkarat serta
temboknya punya mulai retak. Bahkan rumah mewah ini sering digunakan pekerja galian
C sebagai tempat istirahat dan tempat memarkirkan kendaraan mereka. “Bangunan
ini tidak di tempati walikota, alasanya sempit dan belum lagi fasilitas
pendukungnya tidak memadai jadi walikota sementara tinggal di rumah
pribadinya.” ungkap Mahmud. (rdx)
