![]() |
| Kampanye Dany-Syakir (Dahsad) di Halbar (3/12/2015) |
SOFIFI-Gubernur Abdul Gani Kasuba cuti untuk
menjadi juru kampanye (jurkam) pasangan calon bupati dan wakil bupati Halmahera
Selatan nomor urut 4, Bahrain Kasuba dan Iswan Hajim (Bahrain-Iswan) diduga
menggunakan fasilitas negara. Fasilitas negara digunakan gubernur dalam
kampanye Bahrain Kasuba yang tak lain ponakannya seperti speedboat milik Biro Umum dan
Perlengkapan Sekertariat Pemprov Maluku Utara.
Speedboat tersebut terhitung
hampir 3 bulan digunakan tim sukses
Bahrain-Iswan berkapmanya di wilayah Halmahera Selatan.
Tak hanya itu, fasilitas negara lainnya seperti
program APBD Maluku Utara tahun anggaran 2015 juga menjadi materi kampanye
gubernur dihadapan
masyarakat desa Bajo Sangkuang pada Selasa 1
Desember 2015. Ironisnya,
ada program APBD tahun 2016 yang belum disahkan,
menjadi materi kampanye politisi PKS itu.
"Saya sudah 1 tahun menjadi gubernur, alhamdulillah saya sudah anggarkan
pembuatan jembatan Bajo tahun ini Rp5 miliar, tahun depan saya tambah lagi Rp16
miliar, tiang pancang jembatan sudah dikirim dari Surabaya, tidak apa-apa kalau
ngoni tara sama-sama deng saya, tapi saya akan sama-sama deng ngoni
terus," kata gubernur dalam orasi politiknya yang dikutip Sahril Taher, Ketua
Fraksi Amanat Indonesia Raya (AIR) DPRD Maluku Utara melalui laporan warga desa
Bajo Sangkuang.
Menurut Sahril, hal ini sangat tidak dibenarkan,
karena bertentangan dengan aturan. Apalagi membawa-bawa program APBD Malut
sebagai materi kampanye ditengah DPRD disibukkan pembahasan anggaran, gubernur
memilih berkampanye. "APBD tidak bisa dijadikan bahan materi kampanye, itu
hak rakyat mau dibawa dimana saja itu fardu hukumnya. Sah-sah saja dia mau
kampanye siapa saja, kalau kondisi pemerintahan ini normal, tapi ini kan
abnormal. Kalau gubernur merasa bertanggung-jawab alasan penyampaian KUA-PPAS
kan banyak alasan, sakitlah, tapi giliran kampanye tidak mengeluh sakit. Disaat
APBD kita bahas belum tuntas, dia sudah minta cuti untuk kampanye," ujar Sahril
geram.
Sahril menduga, anggaran Dinas Pekerjaan Umum Maluku
Utara tahun 2015 lebih
besar dialokasikan ke Halmahera Selatan, dibandingkan 9 kabupaten/kota
lainnya. Ini merupakan intrik orang nomor satu di Maluku
Utara untuk
kepentingan memenangkan Bahrain Kasuba- Iswan Hasyim. "Saya mencurigai ada indikasi porsi
anggaran Dinas PU Maluku Utara sangat besar dialokasikan ke Halmahera
Selatan adalah
bagian dari trik memenangkan Bahrain Kasuba," katanya.
Terkait penggunaan speedboat Biro Umum, Setprov Maluku
Utara tambahnya, telah mendapat laporan bahwa speedboat Pemprov Maluku Utara ini dipakai tim sukses
Bahrain Kasuba-Iswan Hasyim atas izin
gubernur. "Jadi speedboat Biro Umum digunakan
untuk kampanye Bahrain Kasuba, dikabarkan atas izin gubernur," akunya. (rex)
