Tragedi Toboko dalam Lidik Polisi

Diposting oleh On Monday, January 11, 2016

TERNATE-Tragedi berdarah yang merenggut nyaw 2 warga di lingkungan Gang Kayu Buah Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Ternate Tengah pada Minggu (10/1) subuh pukul 04.30 WIT kini dalam lidik Kepolisian Resor (Polres) Ternate dibac up Polda Malut. Kapolres Ternate, AKBP Kamal Bahtiar kepada wartawan mengisahkan, peristiwa  ini berawal dari tawuran antar kampung (Tarkam) yang terjadi antara masyarakat Toboko dan Kota Baru.
Mendpat informasi, 1 regu Dalmas Polres Ternate diterjunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan meski sudah saling lemar terjadi. "Anggota di lapangan mengelurkan tembakan peringatan. Disitu bubar.  Setelah itu baru terjadi lagi di Jalan Kota Baru. Disitulah termasuk anggota dilempar, kita dorong disitu terjadi insiden ada salah satu warga meninggal tertembak dan tertabrak meninggal," kisahnya.

Menurutnya, setibanya personil di TKP langsung menindak dengan langkah operasional. Selain itu, pihaknya langsung melayat ke rumah duka serta membawa korban ke Dokes Polda Malut untuk visum termasuk tertabak dan meninggal.  "Jadi hasil visum nanti kita lihat, karen harusnya melakukan olah TKP dulu, tetapi disesuaikan dengan situasi, tetapi kita sudah ambil langkah-langkah," tuturnya.
Ditegaskan, siapa pun terlibat melakukan hal-hal diluar prosedur akan diselidiki untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku diinternal kepolisian. Saat ini katanya, pihaknya telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap beberapa anggota, termasuk saksi-saksi di lapangan. Dijelaskan, pihaknya sementara dalam penyelidikan jenis peluru yang menembus korban. Sebab sesuai SOP, anggota dalam menghalau tarkam menggunakan peluru karet. Empat anggota Dalmas saat di TKP memegang senjata laras panjang tengah diperiksa, termasuk sopir yang menabrak salah satu warga hingga tewas.
"Perlu diinformasikan, setiap prosedur kita dalam penanganan Tarkam, anggota dipersenjatai senjata dengan peluru karet. Jadi kasus ini dipertanyakan, kenapa sampai bisa tembus kita akan cek kembali. Karena mungkin temuan selonsong di TKP tidak semuanya ada peluru standar Polri V2. Makanya ini dalam langkah penyelidikan secara bertahap," janjinya.
Kamal juga meminta maaf kepada warga atas insiden ini. Pihaknya tak menginginkan hal ini terjadi, sehingga kedepan masyarakat ikut bersama-sama menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing. Terpisah Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Sjamsudin Losen mengatakan, selain 4 anggota pemegang senjara laras panjang diperiksa, satu warga Toboko telah dimintai keterangan. "Saksi diperiksa, anggota Dalmas 4 orang, dan satu warga Toboko. Empat orang dalmas itu diperiksa sebagai saksi karena saat itu ditugaskan membawa senjata laras panjang jenis V2. Sementara sopir Dalams akan diperiksa," katantanya.
Sementara itu, sekitar pukul 13:30 WIT, dua jenazah korban yang hendak dimakamkan melewati depan Polres, suasana mencekam. Ada yang melempar Polres untuk melampiaskan kekecewaan. Peristiwa ini merusak beberapa kaca jendela, termasuk rumah dinas Kapolres ikut dilempari batu. Untung suasana itu berhasil diredam puluhan anggota TNI Koramil dan Kodim dibawah komando langsung Danki A 152 Babullah. (zs)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »