TERNATE-Tragedi berdarah yang merenggut
nyaw 2 warga di lingkungan Gang Kayu Buah Kelurahan Kota Baru, Kecamatan
Ternate Tengah pada Minggu (10/1) subuh pukul 04.30 WIT kini dalam lidik
Kepolisian Resor (Polres) Ternate dibac up Polda Malut. Kapolres Ternate, AKBP
Kamal Bahtiar kepada wartawan mengisahkan, peristiwa
ini berawal dari
tawuran antar kampung (Tarkam) yang terjadi antara masyarakat Toboko dan Kota
Baru.
Mendpat informasi, 1 regu Dalmas Polres
Ternate diterjunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan
meski sudah saling lemar terjadi. "Anggota di
lapangan mengelurkan tembakan peringatan. Disitu bubar.
Setelah itu baru terjadi lagi di Jalan Kota
Baru. Disitulah termasuk anggota dilempar, kita dorong disitu
terjadi insiden ada salah satu warga meninggal tertembak dan tertabrak
meninggal," kisahnya.
Menurutnya, setibanya personil
di TKP langsung menindak dengan langkah operasional.
Selain itu, pihaknya langsung melayat ke rumah duka serta membawa korban ke
Dokes Polda Malut
untuk visum
termasuk tertabak dan meninggal. "Jadi hasil visum nanti kita lihat,
karen harusnya melakukan olah TKP dulu, tetapi disesuaikan dengan situasi,
tetapi kita sudah ambil langkah-langkah," tuturnya.
Ditegaskan,
siapa pun terlibat melakukan hal-hal diluar prosedur akan diselidiki untuk
ditindak sesuai hukum yang berlaku diinternal kepolisian. Saat ini katanya,
pihaknya telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap beberapa
anggota, termasuk saksi-saksi di lapangan. Dijelaskan, pihaknya sementara dalam
penyelidikan jenis peluru yang menembus korban. Sebab sesuai SOP, anggota dalam
menghalau tarkam menggunakan peluru karet. Empat anggota Dalmas saat di TKP
memegang senjata laras panjang tengah diperiksa, termasuk sopir yang menabrak
salah satu warga hingga tewas.
"Perlu diinformasikan, setiap prosedur
kita dalam penanganan Tarkam, anggota dipersenjatai senjata
dengan peluru karet. Jadi kasus ini dipertanyakan, kenapa sampai bisa tembus
kita akan cek kembali. Karena mungkin temuan selonsong di TKP tidak semuanya
ada peluru standar Polri V2. Makanya ini dalam langkah penyelidikan secara
bertahap," janjinya.
Kamal
juga meminta maaf kepada warga atas insiden ini. Pihaknya tak menginginkan hal
ini terjadi, sehingga kedepan masyarakat ikut bersama-sama menjaga kamtibmas di
lingkungan masing-masing. Terpisah Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Sjamsudin
Losen mengatakan, selain 4 anggota pemegang senjara laras
panjang diperiksa, satu warga Toboko telah dimintai
keterangan.
"Saksi diperiksa, anggota Dalmas 4 orang, dan satu warga Toboko.
Empat orang dalmas itu diperiksa sebagai saksi karena saat itu ditugaskan
membawa senjata laras panjang jenis V2. Sementara sopir Dalams
akan diperiksa," katantanya.
Sementara
itu, sekitar pukul 13:30 WIT, dua jenazah korban yang hendak dimakamkan
melewati depan Polres, suasana mencekam. Ada yang melempar Polres untuk
melampiaskan kekecewaan. Peristiwa ini merusak beberapa kaca jendela, termasuk
rumah dinas Kapolres ikut dilempari batu. Untung suasana itu berhasil diredam
puluhan anggota TNI Koramil dan Kodim dibawah komando langsung Danki A 152
Babullah. (zs)