SOFIFI-Gubernur Maluku Utara, Abdul
Gani Kasuba tampaknya mendukung keputusan Dinas Pendidikan dan Pengajaran
(Dikjar) provinsi Maluku Utara untuk membatalkan 11 proyek pendidikan yang
sudah ditenderkan dan telah ada pemenangnya. Gubernur kepada wartawan belum
lama ini mengatakan, keputusan yang diambil Dikjar sangat rasional dengan alasan
anggaran.
Meski
sudah diputuskan bersama antara Dinas pendidikan dan pengajaran dan Komisi III DPRD
mengakomodir 11 rekanan yang suda menangkan tender, namun gubernur masih bersikeras
membatalkan kembali hasil lelang. "Saya mendukung keputusan Dikjar, sebab
kalau dilanjutkan harus mencari anggaran dari mana,” katanya.
Menurutnya,
walaupun Komisi III DPRD dan Dikjar telah membahas, namun harus dipikirkan
berapa banyak anggaran yang keluar untuk pembangunan ini, apalagi saat ini
anggaran kas daerah tidak mencukupi kebutuan yang diminta SKPD. “Dikjar tidak boleh mengakomodir kembali 11
proyek yang nilainya cukup besar, jangan sampai Pemprov kembali berhutang,
karena saat ini hutang pihak ketiga belum dilunasi,” tegas gubernur.
Langkah
membatalkan 11 proyek itu menurut gubernur untuk menghindari jangan sampai ada
hutang baru. “Alangkah baiknya kita batalkan sampai menunggu APBD 2017 baru
dilelang kembali,” ujarnya. (ces)
