SOFIFI-Solidaritas Mahasiswa
Sofifi (Somasi) Maluku Utara menyerukan agar konflik
birokrasi antara gubernur dan wakil gubernur segera diakhiri. Seruan itu
disampaikan saat menggelar aksi di halaman kantor gubernur, Senin (11/1)
sebagai bentuk kekecewaan atas kisruh yang terjadi dalam pemerintahan
AGK-Manthab akhir-akhir ini.
Disebutkan,
kepemimpinan
pasangan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan M
Natsir Thaib melalui legitimasi suara rakyat yang dipilih dalam
pemilihan. Harapannya bertanggung jawab dan bijaksana membangun Maluku Utara sesuai
visi dan misi. Jika AGK-Manthab berkonflik, otomatis mengkhianati amanat
rakyat. Somasi meminta supaya AGK-Manthab mengutanakan kepentingan rakyat,
bukan kepentingan pribadi.
Koordinator aksi Idham
Sabtu mengatakan, seharusnya pemerintah provinsi sebagai
perpanjangan tangan pemerintah pusat tidak boleh bertolak belakang. Konflik ini
terjadi katanya, lantaran gubernur dan wagub terkooptasi dengan jatah-jatahan
dalam birokrasi sehingga terkesan ‘baku pamor’ kebesaran yang akhirnya
menciptakan kelompok-kelompok penjilat dan cari muka.
Kondisi
ini berpengaruh terhadap aktivitas pemerintahan dan pelayanan terhadap
masyarakat. Menyusul PNS ikut-ikutan memanfaatkan keadaan dengan masuk kantor
dan terlambat. Hal ini terjadi karena petinggi berkonflik sehingga tidak lagi
mengontrol kinerja jajaran dibawahnya. “Bagaimana Maluku Utara mau maju, kalau
gubernur dan wagub berkonflik kepentingan,” ujar Idham. Idham menghimbau
gubernur dan wagub segera mengakhiri konflik, karena itu tidak memberikan
manfaat bagi masyarakat.
Usai
menggelar orasi, Somasi diterima gubernur untuk hearing. Dihadapan massa aksi
gubernur mengatakan, gubernur dan wagub baik-baik saja, tidak ada keretakan.
Setelah itu, massa bertemu dengan wagub. Dihadapan wagub mereka meminta
menghentikan polemik di pemerintahan dan PNS diminta supaya disiplin. "Pak gubernur dan
saya baik-baik saja, tidak ada keretakan,"
ujar wagub.
(din)
