Yayasan Sukma Bawa Tagutil dari Halmahera

Diposting oleh On Saturday, October 22, 2016 with No comments

Togutil dari Halmahera
TERNATE - Yayasan Sukma mendatangkan suku Tagutil asal Halmahera Timur (Haltim) di Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara. Kehadiran Suku Tagutil ini, membuat antusias warga setempat berbondong- bondong melihat secara langsung, bagaimana sosok suku tagutil tersebut.
Warga Sangaji Utara, Husen  mengatakan, kehadiranya melihat secara langsung bagaimana sosok nyata suku tagutil asal Haltim ini. Menurutnya, selama ini hanya mendengar dan melihat suku itu lewat media informasi, " saya penasaran, makanya saya langsung datang melihat wajah warga suku tagutil secara nyata, " ujarnya kepada Seputar Malut, di depan SKB, Jumat (19/10).
Ketua Yayasan Sukma, Rahman mengatakan, 10  warga  suku Tagutil  ini, hadir di Ternate, terdiri dari tiga orang dewasa, satu remaja dan  enam orang anak- anak.  Kehadiran 10  warga suku Tagutil ini, untuk dibina tentang pendidikan, agama, serta nilai budaya. Karena itu, Yayasan Sukma membutuhkan dukungan semua pihak, terutama Pemerintah kota Ternate, dan Provinsi Malut. Sebab adanya dukungan, perhatian, dan sentuhan, kepada suku Tagutil ini,  maka  Pembinaan dapat terlaksana. “metode pembinaan digunakan oleh yayasan kami mengugunakan bahasa Tobelo, karena suku ini berbahasa Tobelo, jadi kami juga berinseatif bersama Mahasiswa Galela, agar bersama melakukan pembinaan, seperti membaca, menulis, menghitung, dan memperkenalkan budaya adat yang ada di Malut, " Katanya saat ditemui.
Bantuan  saat ini, dari  Dinas Sosial Provinsi Malut , diantaranya peralatan alat dapur,  serta bahan sembilan bahan pokok  (Sembako). Untuk tempat tinggal, pengadaan rumah sederhana status kontrakan  satu tahun, sebesar Rp 20 Juta.
Rahman juga mengatakan, masih banyak  keluarga Suku Tagutil  yang berusia sudah tua berada di dalam hutan. Menurtunya, sebagian keluraga para suku tagutil ini, tidak sempat dibawah  ke Kota Ternate. pasalnya, untuk menuju ke lokasi mereka jarak tempuhnya sangat jauh. “ Para suku Tagutil yang keluar ini,  disebabkan kekurangan stok makanan, karena sejumlah makanan di hutan  sudah punah,” Tambahnya, (san)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »