![]() |
| Togutil dari Halmahera |
TERNATE - Yayasan Sukma mendatangkan suku Tagutil asal Halmahera Timur (Haltim) di Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara. Kehadiran Suku Tagutil ini, membuat antusias warga setempat berbondong- bondong melihat secara langsung, bagaimana sosok suku tagutil tersebut.
Warga Sangaji Utara, Husen mengatakan, kehadiranya melihat secara langsung bagaimana sosok nyata suku tagutil asal Haltim ini. Menurutnya, selama ini hanya mendengar dan melihat suku itu lewat media informasi, " saya penasaran, makanya saya langsung datang melihat wajah warga suku tagutil secara nyata, " ujarnya kepada Seputar Malut, di depan SKB, Jumat (19/10).
Ketua Yayasan Sukma, Rahman mengatakan, 10 warga suku Tagutil ini, hadir di Ternate, terdiri dari tiga orang dewasa, satu remaja dan enam orang anak- anak. Kehadiran 10 warga suku Tagutil ini, untuk dibina tentang pendidikan, agama, serta nilai budaya. Karena itu, Yayasan Sukma membutuhkan dukungan semua pihak, terutama Pemerintah kota Ternate, dan Provinsi Malut. Sebab adanya dukungan, perhatian, dan sentuhan, kepada suku Tagutil ini, maka Pembinaan dapat terlaksana. “metode pembinaan digunakan oleh yayasan kami mengugunakan bahasa Tobelo, karena suku ini berbahasa Tobelo, jadi kami juga berinseatif bersama Mahasiswa Galela, agar bersama melakukan pembinaan, seperti membaca, menulis, menghitung, dan memperkenalkan budaya adat yang ada di Malut, " Katanya saat ditemui.
Bantuan saat ini, dari Dinas Sosial Provinsi Malut , diantaranya peralatan alat dapur, serta bahan sembilan bahan pokok (Sembako). Untuk tempat tinggal, pengadaan rumah sederhana status kontrakan satu tahun, sebesar Rp 20 Juta.
Rahman juga mengatakan, masih banyak keluarga Suku Tagutil yang berusia sudah tua berada di dalam hutan. Menurtunya, sebagian keluraga para suku tagutil ini, tidak sempat dibawah ke Kota Ternate. pasalnya, untuk menuju ke lokasi mereka jarak tempuhnya sangat jauh. “ Para suku Tagutil yang keluar ini, disebabkan kekurangan stok makanan, karena sejumlah makanan di hutan sudah punah,” Tambahnya, (san)
