Panwaslu-KPU Diminta Jaga Netralitas

Diposting oleh On Thursday, December 03, 2015 with No comments



TERNATE-Puluhan mahasiswa yang berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiayah (IMM) Ternate mendatangi kantor walikota Ternate, Rabu (2/12). Kedatangan mahasiswa ini meminta Panwas dan KPU kota Ternate tetap menjaga netralitas dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang.
Untuk kelancaran pilkada di kota Ternate menurut mereka, membutuhkan peran penyelenggara yang netral, transparan, dan bertanggugjawab mulai dari Pengawas KPPS, panitia pengawasn lapangan (PPL) Panwas Keceamatan, Panitian Pengawasan Pemilu (Panwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Ternate agar pilkada berkualitas dan mertabat.
Dalam pernyataan sikapnya, IMM mengatakan Panwaslu kota Ternate sebagai lembaga independen harus bersikap netral dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab. Selain itu sikap netralistas harus dijunjung tinggi agar tidak berpihak kepada pasangan calon tertentu.
Menurut mereka, beberapa masalah yang terjadi dilapangan dan melibatkan beberapa Kepala Satuan Kerka Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah kota Ternate yakni Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Yunus Yau, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Ruslan Bian dan Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Kota Ternate Mujais Walanda yang dilaporkan Panwascam Pulau Ternate, tapi hasil pemeriksaan ketiga PNS tersebut tidak terbukti.

Selain itu, Ketua KPU dianggap ‘Mengkebiri’ hak anggotanya dengan cara menerapakan sistem informasi melalui satu pintu. Sehingga setiap informasih tahapan pilkada keluar dari mulut Ismad Sahupala. Ini membutikan Ketua KPU arogan dan tidak demokratis. Disisi lain, peran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara untuk mengontrol Panwaslu dan KPU Kota Ternate dalam menjalankan tugas dimasing-masing sehingga tidak menimbulkan kesalahan persepsi yang berpotensi memicu konflik dalam Pilkada.
IMM mendesak Panwas dan KPU Kota Ternate mengendepankan netralitas dalam menjalankan tugas serta mengevaluasi PNS ynag terlibat politik praktis. Mendesak Penjabat walikota Idrus Assagaf memecat ketiga PNS yang diduga terlibat dalam politik praktis. (aky)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »