Guru Bawa Nasi, Pejabat Ikut Kampanye

Diposting oleh On Thursday, December 03, 2015 with No comments


(ilustrasi)

LABUHA-Guru  di kabupaten Halmahera Selatan menanggung beban luar biasa. Mereka dijadikan mesin kampanye pasangan nomor urut 4, Bahrain Kasuba dan Iswan Hasjim (Bahrain-Iswan). Menjelang kampanye rapat umum, guru-guru dibebankan menanggung nasi bungkus untuk memberi makan massa yang ikut kampanye.
Seluruh kepala sekolah di ibukota Halmahera Selatan, Labuha wajib hukumnya menyumbang nasi 200 hingga 250 bungkus untuk konsumsi massa yang mengikuti kampanye rapat umum Bahrain-Iswan. Para guru ini tak kuasa menolak beban itu lantaran Bahran selain calon keluarga petahana, isterinya, Nurlela Muhammad adalah salah satu kepala bidang pendidikan dasar pada Dinas Pendidikan (Diknas) kabupaten Halmahera Selatan.
Beberapa kepala sekolah mengakui hal ini. Menurut mereka, cara yang dilakukan pasangan nomor urut 4 ini sama halnya dengan mengajak  para kepala sekolah untuk korupsi. Sebab dengan kewajiban menyediakan nasi bungkus, mereka terpaksa menggunakan dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Kami terpaksa melakukan ini karena atas perintah,” ujar mereka pasrah.

Sementara keterlibatan PNS dalam politik praktis serta ancaman sanksi berat tidak membuat nyali PNS di Halmahera Selatan (Halsel) ciut. Mereka justru semakin berani tampil dan memberikan dukungan secara terbuka terhadap Bahrain-Iswan yang berlangsung di lapangan Samargalila Labuha, Selasa (2/12).
Pada kampanye pasangan nomor urut 4 yang juga keluarga petahana tingkat kabupaten dan provinsi itu, banyak pejabat dan PNS yang datang menghadiri kampaye. Bukan hanya datang dilokasi kampanye, mereka justru hadir diatas panggung dan berbaur dengan tim sukses pasangan calon.  
Amatan koran ini, beberapa pejabat pemkab Halsel yang hadir diatas panggung saat kampanye Bahrain-Iswan yakni Kadis Nakertrans Halsel Noce Totonono, Kadis Sosial dan Pencatatan Sipil Muhammad Balakum, Direktur RSUD Labuha Aisyah Badaruni, staf ahli Bupati Fatmah Usman Syah, Camat Kasiruta Barat Dahrun Kasuba serta puluhan PNS.
Beberapa pejabat saat disorot kamera wartawan, berusaha menghindar. Bahkan direktur RSUD Labuha Aisyah Badaruni dan ataf ahli Bupati Fatmah Usman Syah menutup wajah menggunakan jilbab agar tidak dikenal. Secara terang-terangan lagi yakni kehadiran Kasubag Protokoler Bagian Humas dan Protokoler Setda Halsel, Mujibur yang berada diatas panggung dan mengarahkan tempat duduk para jurkam diatas panggung kampaye.
Selain itu mantan Kadis Sosial dan Pencatatan Sipil Kabupaten Halsel, Sarkani Tamimi yang juga berada diatas panggung. Yang bersangkutan secara terang-terangan menunjukan dukungannya kepada pasangan nomor urut 4, padahal dirinya masih berstatus PNS aktif.  “Ini sudah jelas tapi saya masih dianggap berada dipasangan nomor 2 dan 3,” ujarnya Sarkani sembari bersalaman dengan wartawan yang saat itu berada di atas panggung.
Ketua Panwaslu Kabupaten Halsel, Ikbal Kadoya dikonfirmasi mengaku telah mendapat informasi kehadiran sejumlah pejabat dan PNS di atas panggung kampanye. Pihaknya sebelum kampanye telah mengarahkan staf Panwaslu serta Panwascam Bacan, Bacan Timur dan Selatan serta PPL untuk melakukan pengawasan. “Memang informasi yang saya dapatkan ada keterlibatan PNS dan beberapa pejabat yang hadir diatas panggung. Saya sudah sampaikan kepada staf dan Panwascam agar mengambil dokumentasi sebagai bukti untuk diproses,” tandasnya.
Panwaslu kata Ikbal akan mempelajari bukti dokementasi untuk ditindaklanjuti. “Kalau memang nanti dikuat dengan bukti maka kita akan proses. Kita akan panggil PNS dan pejabat bersangkutan untuk dimintai keterangan,” tandasnya.  Dalam ketentuan, PNS tidak dibenarkan hadir diatas panggung saat kampanye Paslon. Dibolehkan PNS hadir pada acara kampanye untuk mendengarkan visi misi pasangan calon tapi bukan berada diatas panggung. “Boleh PNS hadir tapi harus jauh dari panggung bukan berbaur diatas panggung. Pada prinsipnya kita akan proses jika ada bukti yang kuat,” tegasnya. (wan)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »