![]() |
| (ilustrasi) |
LABUHA-Guru di kabupaten Halmahera Selatan menanggung
beban luar biasa. Mereka dijadikan mesin kampanye pasangan nomor urut 4,
Bahrain Kasuba dan Iswan Hasjim (Bahrain-Iswan). Menjelang kampanye rapat umum,
guru-guru dibebankan menanggung nasi bungkus untuk memberi makan massa yang
ikut kampanye.
Seluruh
kepala sekolah di ibukota Halmahera Selatan, Labuha wajib hukumnya menyumbang nasi
200 hingga 250 bungkus untuk konsumsi massa yang mengikuti kampanye rapat umum
Bahrain-Iswan. Para guru ini tak kuasa menolak beban itu lantaran Bahran selain
calon keluarga petahana, isterinya, Nurlela Muhammad adalah salah satu kepala
bidang pendidikan dasar pada Dinas Pendidikan (Diknas) kabupaten Halmahera
Selatan.
Beberapa
kepala sekolah mengakui hal ini. Menurut mereka, cara yang dilakukan pasangan
nomor urut 4 ini sama halnya dengan mengajak
para kepala sekolah untuk korupsi. Sebab dengan kewajiban menyediakan
nasi bungkus, mereka terpaksa menggunakan dan Bantuan Operasional Sekolah
(BOS). “Kami terpaksa melakukan ini karena atas perintah,” ujar mereka pasrah.
Sementara
keterlibatan
PNS dalam politik praktis serta ancaman sanksi berat tidak membuat nyali PNS di
Halmahera Selatan (Halsel) ciut. Mereka justru semakin berani tampil dan
memberikan dukungan secara terbuka terhadap Bahrain-Iswan yang berlangsung di lapangan
Samargalila Labuha, Selasa (2/12).
Pada kampanye pasangan nomor urut
4 yang juga keluarga petahana tingkat kabupaten dan provinsi itu, banyak
pejabat dan PNS yang datang menghadiri kampaye. Bukan hanya datang dilokasi
kampanye, mereka justru hadir diatas panggung dan berbaur dengan tim sukses
pasangan calon.
Amatan koran ini, beberapa
pejabat pemkab Halsel yang hadir diatas panggung saat kampanye Bahrain-Iswan
yakni Kadis Nakertrans Halsel Noce Totonono, Kadis Sosial dan Pencatatan Sipil
Muhammad Balakum, Direktur RSUD Labuha Aisyah Badaruni, staf ahli Bupati Fatmah
Usman Syah, Camat Kasiruta Barat Dahrun Kasuba serta puluhan PNS.
Beberapa pejabat saat disorot
kamera wartawan, berusaha menghindar. Bahkan direktur RSUD Labuha Aisyah
Badaruni dan ataf ahli Bupati Fatmah Usman Syah menutup wajah menggunakan
jilbab agar tidak dikenal. Secara terang-terangan lagi yakni kehadiran Kasubag
Protokoler Bagian Humas dan Protokoler Setda Halsel, Mujibur yang berada diatas
panggung dan mengarahkan tempat duduk para jurkam diatas panggung kampaye.
Selain itu mantan Kadis Sosial
dan Pencatatan Sipil Kabupaten Halsel, Sarkani Tamimi yang juga berada diatas
panggung. Yang bersangkutan secara terang-terangan menunjukan dukungannya
kepada pasangan nomor urut 4, padahal dirinya masih berstatus PNS aktif. “Ini sudah jelas tapi saya masih dianggap
berada dipasangan nomor 2 dan 3,” ujarnya Sarkani sembari bersalaman dengan
wartawan yang saat itu berada di atas panggung.
Ketua Panwaslu Kabupaten Halsel,
Ikbal Kadoya dikonfirmasi mengaku telah mendapat informasi kehadiran sejumlah
pejabat dan PNS di atas panggung kampanye. Pihaknya sebelum kampanye telah
mengarahkan staf Panwaslu serta Panwascam Bacan, Bacan Timur dan Selatan serta PPL
untuk melakukan pengawasan. “Memang informasi yang saya dapatkan ada
keterlibatan PNS dan beberapa pejabat yang hadir diatas panggung. Saya sudah
sampaikan kepada staf dan Panwascam agar mengambil dokumentasi sebagai bukti
untuk diproses,” tandasnya.
Panwaslu
kata Ikbal akan mempelajari bukti dokementasi untuk ditindaklanjuti. “Kalau
memang nanti dikuat dengan bukti maka kita akan proses. Kita akan panggil PNS
dan pejabat bersangkutan untuk dimintai keterangan,” tandasnya. Dalam ketentuan, PNS tidak dibenarkan hadir
diatas panggung saat kampanye Paslon. Dibolehkan PNS hadir pada acara kampanye
untuk mendengarkan visi misi pasangan calon tapi bukan berada diatas panggung.
“Boleh PNS hadir tapi harus jauh dari panggung bukan berbaur diatas panggung. Pada
prinsipnya kita akan proses jika ada bukti yang kuat,” tegasnya. (wan)
