![]() |
| (ilustrasi) |
TERNATE-Sejumlah mahasiswa
tiba-tiba berkelahi di Kapal Motor Penyeberangan (KMP) fery Gorango. Para
mahasiswa ini diketahui baru balik mencoblos Pilkada di kampung halaman mereka
di Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan dan Halmahera Timur. Mereka pulang
menggunakan jasa angkutan fery.
Setelah telusuri, ternyata perkelahian ini
dipicu minuman keras. Awalnya, sebagian mahasiswa naik dek tiga karena kursi
dek dua penuh. Dengan berdesak-desakan, kurang lebih 20 mahasiswa diketahui
mabuk minuman keras jenis cap tikus. Lantaran sudah mabuk, mereka saling
mempertahankan kandidat masing-masing. Akibatnya, baku hantam tak bisa
dielakkan.
Baku hantam selama kurang lebih 10 menit, tak
ada aparat keamanan yang melerai. Mahasiswi yang ketakutan pingsan. Melihat
kondisi itu, beberapa mahasiswa asal Sofifi terpaksa turun tangan mengamankan.
“Kami terpaksa mengamankan karena tidak ada keamanan di kapal fery, apalagi
kapal tujuan Sofifi,” ujar Samaun Kadir.
Hamid, mahasiswa asal Tabadamai mengatakan, perkelahian itu dipicu mis
komunikasi antara mereka karena sudah mabuk. Hamid kesal dengan sikap mahasiswa
yang naik kapal fery dalam keadaan mabuk. Ia menyalahkan petugas saat menagih
tiket, ada kelompok mahasiswa yang sedang minum minuman keras dibiarkan
menyebabkan terjadi kekacauan.
Para
mahasiswa ini diamankan hingga KMP Gorango sandar di pelabuhan Galala sekitar
pukul 21:00 WIT. “Kami pikir mahasiswa ini pulang kampung akan membawa hal-hal
yang positif, padahal model begini. Ini ke Ternate masuk kampus atau masuk WC,”
sesal Bahrudin Umar mantan kepala pemuda Gosale. (can)
