Kepala
biro pemerintahan pemprov Maluku
Utara Ansar Daaly mengaku
jika Surat Keputusan (SK)
caretaker walikota
Tidore kepulauan sudah ditandatangani Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo
Kumolo. Namun saat ditanya nama dalam SK tersebut ditutupi. Alasannya masih menunggu SK
Mendagri ke pemprov Maluku Utara.
"Saya
belum tahu nama dalam SK
penjabat walikota Tidore.
Yang jelasnya SK-nya sudah ditandangani Mendagri dan
mungkin besok (hari ini) sudah dapat kita terima," kata
Ansar kepada Seputar
Malut, Rabu
(18/11).
Menurut
Ansar, proses penjabat walikota
Tidore secepatnya
dilakukan, meskipun dinilai sudah terlambat. Sebab, masa jabatan walikota Tidore Ahmad Mahifa dan wakilnya
Hamid Muhamad berakhir 8 November 2015 lalu.
Namun SK penjabat walikota
Tidore baru
ditandatangani Mendagri.
"Kita
upayakan pelantikan dilakukan secepatnya, karena sudah cukup lama," akunya.
Ansar
menjelaskan, pengusulan
tiga nama caretaker walikota
Tidore ke Mendagri
ialah Nirwan MT
Ali kini menjabat sebagai Kepala
Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD), Ramli Umanailo Asiten 1 Gubernur dan Kepala Biro Pemerintahan
Ansar Daaly. Dari tiga nama diusulkan, belum dapat diketahui pasti siapa yang
nantinya dilantik. Meskipun dikabarkan menguat nama Ramli Umanailo bakal
dilantik menjadi penjabat walikota Tidore.
"Nanti
saya kasih kabar siapa yang akan dilantik," ujar dia.
Ia menambahkan, dalam SK
yang menguat nama nantinya dilantik siapapun belum dapat diketahui. Karena SK penjabat walikota Tidore sementara dalam
perjalanan untuk diserahkan ke pemprov, dan kini pemprov menunggu. SK
sudah dalam perjalanan dan kalaupun sudah ada saya
langsung kasih kabar siapa yang akan dilantik," janji Ansar. (din)