Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Ternate diduga menyunat beasiswa pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk
mahasiswa Diploma, S1, S2 dan S3. Sebanyak 14 mahasiswa pasca sarjana yang
seharusnya menerima beasiswa dari Pemda Malut senilai Rp. 50 juta per orang,
hanya diberikan Rp. 8 juta per orang.
Padahal pada sambutan wisuda, rektor
menyampaikan, bahwa beasiswa sebesar Rp. 50 juta per orang. “Yang menerima
beasiswa diantaranya 2 mahasiswa Diploma Tiga (D3) dan 12 mahasiswa S1 berbagai
jurusan,” ungkap sumber kepada Seputar Malut, Selasa (17/11) kemarin di Cafe
Jarod Ternate.
Selain itu,
beasiswa dari bank BI dan BRI cabang Ternate sumber mengaku tidak
mengetahui kejelasaan dan penggunaannya. Sebab tercatat sebanyak 199 mahasiswa
yang mendapat beasiswa bisik misi dari Kementerian Agama, bukan beasiswa BI dan
BRI. Sementara mahasiswa yang sudah selesai belum lama ini membayar uang
semester yang nilai bervariasi. Uang semester mahasiswa reguler Rp. 600 ribu
dan kelas pegawai Rp. 1,2 juta hingga Rp. 1,5 juta per semester. “Ini yang
menjadi pertanyaan mahasiswa,” kata sumber itu.
Bahak seorang mahasiswa IAIN selaku penerima
beasiswa kepada Seputar Malut mengaku, tetap membayar uang semester. Ia
mengetahui mendapat beasiswa saat diwisuda. “Saya kaget saat sambutan rektor
pada wisuda lalu bahwa saya termasuk penerima beasiswa Rp. 2 juta. Sesuai
informasi saya dapat beasiswa Rp. 4 juta tapi karena ada potongan tinggal Rp. 2
juta, tapi anehnya saya tidak pernah tahu,” ujarnya geleng-geleng kepala.
Rektor IAIN Ternate Dr. Abd. Rahman Ismail
Marasabessy, M.Ag saat dikonfirmasi Seputar Malut diruang kerjanya, Selasa
(17/10) kemarin membatah. Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa tanpa
potongan. Mereka yang terbaik akan menjadi perioritas Pemda untuk melanjutkan
studi S2 dan S3, namun jumlah beasiswa tergantung Pemda. “Ada dua mahasiswa D3 Syariah ke S1 harus
menunggu dua tahun lagi, sementara S2 dan S3 masih diperjuangkan,” jelasnya.
Sementara beasiswa dari Kementerian Agama mulai
dari bidik misi dan beasiswa miskin berjumlah sekitar 1000 orang,
termasuk mahasiswa yang sudah diwisuda. Sedangkan beasiswa dari BI sebanyak 40
orang dan BRI sebanyak 25 orang. “Mahasiswa penerima beasiswa diseleksi,
mahasiswa yang berhasil membuka rekening masing-masing dan ditransfer langsung,
bukan melalui kampus,” tangkisnya. (mtg)