Rektor IAIN Dituding Sunat Beasiswa

Diposting oleh On Wednesday, November 18, 2015

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate diduga menyunat beasiswa pemerintah daerah, Bank Indonesia  (BI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mahasiswa Diploma, S1, S2 dan S3. Sebanyak 14 mahasiswa pasca sarjana yang seharusnya menerima beasiswa dari Pemda Malut senilai Rp. 50 juta per orang, hanya diberikan Rp. 8 juta per orang.
Padahal pada sambutan wisuda, rektor menyampaikan, bahwa beasiswa sebesar Rp. 50 juta per orang. “Yang menerima beasiswa diantaranya 2 mahasiswa Diploma Tiga (D3) dan 12 mahasiswa S1 berbagai jurusan,” ungkap sumber kepada Seputar Malut, Selasa (17/11) kemarin di Cafe Jarod Ternate.
Selain itu,  beasiswa dari bank BI dan BRI cabang Ternate sumber mengaku tidak mengetahui kejelasaan dan penggunaannya. Sebab tercatat sebanyak 199 mahasiswa yang mendapat beasiswa bisik misi dari Kementerian Agama, bukan beasiswa BI dan BRI. Sementara mahasiswa yang sudah selesai belum lama ini membayar uang semester yang nilai bervariasi. Uang semester mahasiswa reguler Rp. 600 ribu dan kelas pegawai Rp. 1,2 juta hingga Rp. 1,5 juta per semester. “Ini yang menjadi pertanyaan mahasiswa,” kata sumber itu.

Bahak seorang mahasiswa IAIN selaku penerima beasiswa kepada Seputar Malut mengaku, tetap membayar uang semester. Ia mengetahui mendapat beasiswa saat diwisuda. “Saya kaget saat sambutan rektor pada wisuda lalu bahwa saya termasuk penerima beasiswa Rp. 2 juta. Sesuai informasi saya dapat beasiswa Rp. 4 juta tapi karena ada potongan tinggal Rp. 2 juta, tapi anehnya saya tidak pernah tahu,” ujarnya geleng-geleng kepala.
Rektor IAIN Ternate Dr. Abd. Rahman Ismail Marasabessy, M.Ag saat dikonfirmasi Seputar Malut diruang kerjanya, Selasa (17/10) kemarin membatah. Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa tanpa potongan. Mereka yang terbaik akan menjadi perioritas Pemda untuk melanjutkan studi S2 dan S3, namun jumlah beasiswa tergantung Pemda.  “Ada dua mahasiswa D3 Syariah ke S1 harus menunggu dua tahun lagi, sementara S2 dan S3 masih diperjuangkan,” jelasnya.
Sementara beasiswa dari Kementerian Agama mulai dari bidik misi dan beasiswa miskin  berjumlah sekitar 1000 orang, termasuk mahasiswa yang sudah diwisuda. Sedangkan beasiswa dari BI sebanyak 40 orang dan BRI sebanyak 25 orang. “Mahasiswa penerima beasiswa diseleksi, mahasiswa yang berhasil membuka rekening masing-masing dan ditransfer langsung, bukan melalui kampus,” tangkisnya. (mtg)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »