Relawan Sidik-Jasman Dipolisikan

Diposting oleh On Thursday, November 19, 2015

 Tim hukum calon walikota dan wakil walikota Ternate DR H Burhan Abdurahman- Abudalah Taher (Bur-Ada) melaporkan relawan pasangan calon walikota Sidik Dero Siokona- Jasman Abubakar (Sidik-Jasman) bernama Adi ke Polsek Ternate Utara. Ia dilaporkan karena diduga merusak gapura milik relawan Bur-Ada di Kelurahan Salero.
“Tim hukum Bur-Ada kelularahan Salero sudah melaporkan Adi ke Polsek Utara dengan tuduhan intimidasi politik, pengancaman dan pengrusakan gapura yang diduga dilakukan relawan Sidik-Jasman bernama Adi dan beberapa temannya,” ungkap tim kuasa hukum Bur-Ada, Sarman Saronde, Rabu (18/11)
Menurutnya, kejadian bermula silahturahmi Sidik-Jasman di kelurahan Salero pantai pada Senin 16 November malam. Siraturahim saat itu remaja lingkungan banyak yang tidak hadir. Relawan Sidik-Jasman bernama Adi tersinggung kemudian mengajak beberapa temanya yang sudah mabuk lalu mendatangi posko Bur-Ada dibilangan RT 01/RW 04 kelurahan Salero.
Setiba Adi dan temannya tanpa banyak tanya langsung mencopot dan merobek stiker Bur-Ada dan diikuti ancaman juga penganiyaan ringan terhadap relawan Bur-Ada bernama Cins. Tidak hanya itu, Adi juga mngambil bahkan merusak dan membuang gapura lorong merupakan sumbangan Bur-Ada yang akan diresmikan dalam acara silahturahmi bersama masyarakat Salero dalam waktu dekat ini.

Menurut Nur Aini Syafi sebagai pelapor kebetulan ketua relawan gerakan permpuan kelurahan Salero. Ancaman tersebut sudah berlangsung sejak lama ketika relawan Bur-Ada memasang gapura lorong sumbangan. ”Bunyi ancaman, jika ada yang berani cor atau cmpur semen untuk pembangunan tiang gapura maka air cor harus digantikan dengan darah”.
Ancaman tersebut dinilai Nur adalah serius dan harus ditanggapi oleh kepolisian. Mengingat saudah aada laporan sebanyak dua kali. Namun kepolisian masih melakukan penyelidikan apa motif sehingga Adi dan beberapa temannya belum juga dimintai keterangan.
“Harapan kami, polisi segera menindaklanjuti dan memproses stiap laporan pelanggaran pemilu sehingga Pilkada bisa berjalan damai dan jauh dari intimidasi serta pengancaman bersifat politik. Karena setiap warga negara bebas menentukan pilihan politik sesuai dengan asas pemilu,” harap dia.
Kapolsek Ternate Utara AKP Fitra Zuanda membenarkan adanya pengaduan. Namun pihaknya masih meneliti. "Benar ada laporan pengaduan pengrusakan gapura. Tapi kita masih teliti dan akan dikoordinasi dengan Panwaslu," singkat Fitra. (zs/ton)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »