PEMERINTAH Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara, berencana
membangun Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate
Tengah. "Kami telah menyediakan lahan untuk pembangunan Rusunawa. Hanya
saja masih terkendala banyaknya pedagang yang berjualan di seputaran areal
tersebut," kata Pejabat Wali Kota Ternate, Idrus Assagaf, usai melakukan
kunjungan di lokasi rusunawa, Jumat (20/11).
Dia mengatakan, pembangunan Rusunawa merupakan satu aset bagi Pemkot
Ternate karena ini berkaitan dengan pendapatan. Rusunawa ini dibangun untuk
disewakan bagi pedagang transit. Sekretaris Dinas PU Kota Ternate, Abdurahman
Khairun, pembangunan Rusunawa di kelurahan Gamalama dibangun lima lantai.
Tipe yang dipilih yaitu 36 dan 24. Tipe 36 memiliki jumlah kamar sebanyak
104 unit, sedangkan tipe 24 jumlah kamarnya 80 unit. Bangunannya bervolume
85X35 meter dan didesain memiliki ruangan untuk rutinitas sarana dan prasarana
dengan menggunakan anggaran APBN senilai Rp20 miliar dari Kementerian Pekerja
Umum dan Perumahan Rakya (Kempupera) melalui Dirjen Penyediaan Perumahan
Rakyat.
Sedangkan, Kadis Pasar Kota Ternate, Nuryadin Rahman, mengatakan, mekanisme rekrutmen penghuni Rusunawa akan dilakukan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis), sehingga tidak serta merta bahwa pedagang bisa menempati bangunan tersebut. "Ada syarat-syarat untuk menempati bangunan Rusunawa seperti pedagang transit yang diprioritaskan," katanya. Untuk proses pemindahan pedagang, lanjut dia, saat ini telah dilakukan peninjauan lokasi. "Pengaturannya melalui tim terpadu yang di SK-kan oleh Wali Kota untuk bekerja menganalisis dampak dari pada proses relokasi," ujar Nuryadin. (aky)