Pasien Cuci Daerah di RSUD Pingsan

Diposting oleh On Thursday, November 12, 2015

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoeiri Ternate, tak habis-habisnya menuai masalah. Selain pelayanan yang dinilai tak memuaskan, belakangan dikabarkan kehabisan alat pencuci daerah seperti selang dan jarum suntik serta beberapa alat medis lain untuk pasien cuci darah.
Akibatnya, pihak rumah sakit khusunya ruang HD terpaksa melakukan pembagian jadwal pelayanan cuci darah menggunakan shif. Padahal selama ini, jadwal cuci daerah hanya dilakukan dua shif, belakangan bershif-shif dengan satu tenaga dokter di ruang HD.
Salah seorang dokter yang bertugas di ruang HD yang engan namanya dikorankan mengaku, kehabisan alat cuci daerah akibat terlambat dipesan bagian farmasi RSUD ke bagian umum dan perlengkapan. Selain itu, faktor permintaan yang diajukan oleh formasi direktur pemasaran umum di Manado (Sulut) dan Makassar (Sulsel). Sebab alat pencuci daerah digunakan RSUD menggunakan dua mesin berbeda merek pada dua perusahaan di Manado dan Makassar, sehingga pemesanannya pun berbeda persuahaan.

Dikatakan, pihak RSUD seharusnya mengambil langkah sebelum kehabisan alat sudah harus dipesan, sehingga tidak merugikan kedua pihak yakni rumah sakit dan pasien. Keterlambatan pemasokan alat pencuci daerah selain menurunkan pendapatan RSUD, juga setiap saat pasien wajib cuci darah. “Kalau tidak dicuci, resikonya pasien menderita,” ujarnya.
Mantan ketua PGRI Maluku Utara, Suratin Ibrahim yang merupakan salah satu pasien pencuci darah mengaku bingung. Sebab ia harus mencuci darah secara rutin sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Dikatakan, awalnya pasien cuci darah hanya dibagi dua shif, lantaran kehabisan alat terpaksa dibagi menjadi empat shif.
Sementara dalam sehari hanya dapat dilayani dua shif, sehingga pasien yang sudah dijadwalkan cuci daerah menunggu hari berikutnya, menyababkan banyak pasien pingsan di ruang HD RSUD lantaran mengantri terlalu panjang dan lama. (can)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »