Anggota DPRD dari Partai Nasdem, Nurlaila
Syarif kembali berulah. Setelah mengusulkan Ranperda inisiatif jiblakan, kini bakal berurusan dengan Polisi
lantaran dianggap menebar kebencian melalui akun facebooknya. Politisi debutan
partai pimpinan Surya Paloh ini, akan diadukan ke Polisi dengan tuduhan
melanggar UU IT apabila mengulangi perbuatannya oleh Tim hukum calon walikota
dan wakil walikota Burhan Abdurahman dan Abdullah Taher (Bur-Ada).
Sebagai langkah awal, Tim hukum pasangan
nomor urut 2, Muhammad Conoras, Rasman
dan Ikbal Bopeng mendatangi Polres Ternate, Selasa (17/11) dan diterima
langsung Kapolres AKBP Kamal Bahtiar. Usai pertemuan dengan Kapolres,
Muhammad Conoras kepada Seputar Malut mengatakan tujuan kedatangan ke
Polres untuk berkoordinasi pengancaman dilakukan Nurlaila Syarif melalui akun
facebook terhadap pasangan Bur-Ada.
Menurut Muhammad Conoras, Rasman dan Ikbal
Bopeng, pihaknya berharap agar Polres Ternate dapat meningkatkan kewaspadaan cara
yang dilakukan anggota Komisi III DPRD Kota Ternate itu adalah bentuk menebar benih-benih
kebencian menuju Pilkada. Selain itu, ia menghimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan hujatan, fitnah dan
penyebaran kebencian yang di sebarkan oleh kelompok–kelompok yang tidak
bertangjawab.
Selain itu, KPU kota Ternate tidak terpengaruh
dengan isu-isu dan diminta agar Paslon
yang lain, menjual konsep dan program bukan
menjual kebencian dan fitnah, karena dalam Pilkada yang di butuhkan adalah menjual
program yang baik kepasa masyarakat bukan sebaliknya memecah-belah persatuan
masyarakat kota Ternate.
Meski begitu, anggota tim hukum Bur-Ada, Rasman
berjanji akan tetap melawan akun facabook yang sengaja menebar benih kebencian.
Pihaknya kata Rasman, belum melaporkan secara resmi ke polisi, karena setelah
berkonsultasi, Bur-Ada menyatakan memaafkan akun yang menebar fitnah.
Dalam akun facebook itu menulis, heee sekedar
informasi kami baru dapatkan keterangan baru dari sumber terpercaya, jadi
kronologisnya proses validasi akhir di PNRI Jakarta percetakan, setelah seluruh
tim pasangan calon (Paslon) dan pihak
KPUD dan kepolisian tandatangan, terus Tim Paslon nomor urut 2 bernama beken
taken menanyakan kepada orang percetakan bagaimana menurut kalian dengan kertas
suara ini, kira-kira dari foto ini siapa paslon yang kuat, nah orang percetakan
menurut informasi yang dimiliki indra ke enam dan kekuatan spritual, langsung
di jawab yang kuat dari kertas ini saya lihat kayaknya ada di nomor urut 3 dan nomor urut 1, foto nomor urut 2 agak
buram, nah di situlah letak masalahnya sampai kegaduhan mengobok-ngobok KPU
kota Ternate hanya karena hasil percetakan yang kuat itu nomor urut 3 dan nomor
urut 1, sampai ganti foto menjadi hal yang formal sampai mengobok-ngobok KPU
Ternate kira-kira itu sapa yang panik eee, nah ini info terpercaya yang
diberikan ibu Nela.
Tulisan dalam akun yang diduga ditulis
Nurlaila Syarif itu, dikomentari salah satu akun facabook bernama pejuang game
nutu mengatakan, bakar KPU bunuh semua orang yang terlibat yang nantinya akan
merusak demokrasi kota Ternate, dan ada penghinaan pribadi, yang menyatakan Hi.
Bur bibir boleh kasih musnakan di kota Ternate serta tim-timnya.
Sementara Ikbal Bopeng meminta semua paslon
walikota dan wakil wali kota Ternate agar berkompetensi secara beretika
sehingga Pilkada mendatang berjalan aman, damai dan sukses dan yang terpilih
nanti bisa bekerja untuk rakyat bukan membuat kegaduhan politik yang
mengorbankan masyarakat.
Untuk itu ia minta tim paslon lain kalau ada
masalah berkordinasi dengan pihak yang berkepentinga sehingga masalah dapat di
atasi. “Kami selaku Tim hukum Paslon Bur-Aja tetap mengedepakan etika,” ujarnya.
Terpisah Kapolres Ternate AKBP Kamal Bahtiar menuturkan, pihaknya akan
berkordinasi dengan Panwaslu dan KPU kota Ternate untuk menyelesaikan akun facabook
yang telah tersebar di media online. Ia mengakui berdasarkan data Bawaslu RI,
Provinsi Maluku Utara telah tercatat menjadi zona merah dalam Pilkda. (ton)