Koalisi
masyarakat pemerhati adat bersama keluarga besar masyarakat adar Maluku Utara
(Kompak) menggelar aksi demo di Kejaksaan Tinggi dan Polda mendukung aparat
penegak hukum memproses hukum Boki Nita Budhi Susanti, istri mendiang Sultan
Ternate Mudaffar Sjah dalam kasus penipuan dan penggelapan asal-usul putra
kembar Ali Muhammad Tajul Mulk dan Gajahmada Satria Nagara.
Menggunakan
dua unit truk dilengkapi sound system mendatangi Kejaksaan Tinggi dan Polda
Malut, Jumat (13/11) untuk memberikan apresiasi penegak hukum yang mengawal
kasus Boki sehingga
mulai menemukan titik terang.
Lagi
pula, penyidik Polda Malut telah mengantongi hasil tes DNA
Boki dan putra kembar Ali Muhammad Tajul Mulk dan Gajamada Satria
Nagara dari tim Desaster Victim
Indentification (DVI) Mobes Polri untuk melengkapi berkas tersangka sesuai
permintaan Kejati untuk
melengkapi berkas. Jougugu
Kesultanan Ternate M Mahmud Zulkiram usai memberikan dokumen
kepada Polda mengatakan kedatangan mereka ke Polda dan Kejaksaan Tinggi adalah
memberikan dukungan moril
kepada penegak hukum untuk
mencari kebenaran dalam kasus ini.
“Kami
datang untuk memberikan apresiasi atas kinerja Polda Malut, kami tidak ragu
terhadap Polda karena dari tiga pucuk pimpinan Kapolda ternyata punya komitmen
yang sama yaitu menyelesaikan perkara Boki atas pemalsuan identitas terhadap dua
anak kembar. Kami bukan menebar kebencian dan dendam tatapi ingin menegakan
kebenaran di bumi Moloku Kieraha,” tegasnya.
Diakuinya,
dalam kasus ini Polda melihat secara nyata permasalahan yang sama sehingga dapat
menyeleasaikan. “Kami hanya bisa berdoa semoga diberikan kekuatan kepada
kepolisian untuk terus bekerja dan selalu menegakan kebenaran dibumi Moloku
Kieraha. Perangkat adat kesultanan, keluarga besar kesultan Ternate dan
balakusu sekano-kano tetap memberikan dukungan 100 persen langkah penyelesaikan
kasus ini agar secepatnya,” paparnya.
Dikatakan,
kesultanan Ternate sudah jenuh dengan kebohongan dan drama yang ditampilkan Boki sehingga sudah saatnya menjaga bumi Moloku
Kieraha dari segala fitnah, agar juriat sultan pertama sampai sultan Ternate
keempat dinodai oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Bahkan mengakuai sebuah
kebenaran yang ditegaskan.
“Dari dokumen yang kita
serahkan ke Polda Malut salah satu poin adalah memberikan apresiasi kepada
Polda Malut atas kinerjanya sampai tes DNA NBS dan putar kembarnya,” tandas Zulkiram.
(aky)