BADAN Meteorologi, Kilimatologi dan
Geofisika (BMKG) Ternate mencatat sebanyak 130 kali gempa bumi terjadi di Maluku
Utara yang dirasakan wilayah Ternate dan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
(Halbar). Kepala BMKG Ternate Suhardi kepada sujumlah wartawan di kantornya,
Jumat (20/11) kemarin mengatakan, gempa yang terjadi di Maluku Utara dan
sekitarnya saat ini hanya berkuatan 4 skala richter (SR) dan tidak berpotensi thsunami.
Jika
pemicu gempa yang menimbulkan tsunami adalah gempa berkekuatan diatas 7 SR. “Ini
memang tejadi gempa bumi berulang yang dirasakan masyarakat Ternate dan Jailolo
tapi tidak menimbul tsunami,” katanya. Menurut Suhardi, dalam sehari terjadi
sebayak 130 kali gempa sejak, Kamis malam hingga Jumat (20/11) kemarin. Suhardi
menyebut, gempa tipe ini memang berlangsung sedikit lama dan berhenti
membutuhkan waktu relatif panjang. “Jadi mudah-mudahan jangan samapai besar
tapi cukup 4,3,2 dan seterusnya,” harapnya.
Sesuai
data yang diterima BMKG Ternate, di Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar)
belum ada kerusakan karena tipe gempa masih dibawah 4 SR. Meski ada rumah yang
rusak, tapi disebabkan gempa melainkan konstruksi bangunan sudah tua atau tidak
sesuai alias asal-asalan dibangun. “Jadi penyebabnya bukan gempat tapi kondisi
konstruksi bangunan,” katanya.
Dengan sering terjadi gempa menurutnya, kemungkinan aktifnya vulkanik gunung Gamalama semakin meningkat aktivitasnya sehingga terjadi penyusupan lepeng ke dalam dan melelh mengisi dapur magma. Ia menghimbau masyarakat tidak panik dan terprovokasi dengan isu-isu yang bertanggung jawab. Kepanikan masyarakat akan menimbulkan bencara. “Lari kesana kemari menyebabkan harta benda menjadi hilang dicuri orang yang tidak bertanggung jawab,” pintanya. (aky)